Kemenko PMK Kembangkan Desain Uji Coba Model Gizi Anak Sekolah Dasar

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa, menghadiri Workshop Lokakarya Pengembangan Desain Uji Coba Model Gizi Anak Sekolah Dasar Terintegrasi di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/1). 

Dalam sambutannya, Jelsi memaparkan, untuk meningkatkan gizi anak sekolah dasar sekaligus dalam rangka menyambut Hari Gizi Nasional (HGN) ke 64, akan dikembangkan Desain Uji Coba Model Gizi Anak Sekolah Dasar Terintegrasi. Kegiatan ini akan berlangsung di 3 Kabupaten terpilih yaitu Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kabupaten Kupang NTT, dan Tana Toraja Sulawesi Selatan. 

 “Kegiatan ini merupakan Kerjasama Kemenko PMK dengan WFP dalam pencapaian Strategi 2 RAN PIJAR yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak usia sekolah, yang salah satu strateginya adalah perluasan akses pelayanan gizi dan kesehatan anak sekolah dasar” tutur Jelsi. 

Metode kegiatan ini yaitu dengan pengembangan desain dan uji coba model gizi anak SD terintegrasi dengan pendekatan berbasis sekolah dan keluarga. Perbaikan perilaku makan dan gaya hidup sehat melalui edukasi gizi di sekolah serta di tingkat masyarakat sangat penting untuk mengurangi permasalahan gizi dan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada usia selanjutnya. 

“Implementasi nyata di lapangan sangat diperlukan sebagai tindak lanjut dari diskusi pada lokakarya pada hari ini, sehingga akan diperoleh rekomendasi dan dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan dan dapat dijadikan role model untuk daerah yang lain” ungkap Jelsi

Di sisi lain, Pj Bupati Pasuruan Andriyanto membeberkan data hasil benchmarking, diketahui bahwa masalah stunting ditemukan titik berat pada komitmen pemimpin daerah dan perilaku kesehatan, gizi dan makan. Oleh karena itu, pertemuan hari ini sangat penting untuk mendapatkan rekomendasi terkait model gizi anak sekolah terintegrasi dan bagaimana formulasi yang dapat dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan beserta OPD.

Diharapkan Pemda melalui Bappelitbangda dapat melakukan rapat koordinasi, menindaklanjuti, mendampingi dan mengawal serta melakukan monitoring evaluasi secara berkelanjutan bersama forum / tim Pijar sehingga ada perubahan perilaku dan perbaikan gizi sesuai target yang dari Indikator, program dan kegiatan RAN PIJAR.

(Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Belasan Pohon Tumbang Akibat Hujan Angin di Sleman, BPBD Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Mata Indonesia, Selman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman melaporkan dampak signifikan akibat hujan deras yang disertai angin kencang pada Sabtu, 1 Maret 2024. Beberapa pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi, menyebabkan gangguan pada akses jalan dan infrastruktur.
- Advertisement -

Baca berita yang ini