Jelang Putusan Sidang MK, Aktifis Budaya Jawa Turut Aktif Menyoroti

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir namun dinilai sarat keberpihakan.

Hal tersebut terlihat dari pemohon yang tidak diperkenankan bertanya kepada para Menteri untuk memperkuat bukti dari dalil yang diajukan dan yang boleh bertanya hanyalah Hakim.

Heniy Astiyanto SH MCE yang merupakan Aktifis Budaya Jawa dimana aktif sebagai Advokat dan Mediator di Yogyakarta menjelaskan bahwa menurutnya dalam Sidang Perdata yang bertanya adalah pemohon terlebih dahulu baru kemudian Hakim mempertajam terkait hal-hal yang belum ditanyakan.

¨Kejadian itu memberikan penilaian kurang baik dari sisi etika demokrasi di dalam proses persidangan di MK¨, ujarnya.

Sementara itu, pihaknya menilai sumber persoalan dalam pemilu saat ini terdapat faktor rekayasa Information Technology (IT) seharusnya pengadilan menegakkan keadilan bukan corong Undang-Undang.

¨Paradigma dari para pendukung pihak Paslon Nomor 1 adalah keadilan bukan Undang-Undang yang terbatas dan dituntut kualitas demokrasi tidak melanggar etika serta sesuai dengan Pancasila¨, lanjut Heniy.

Pihaknya juga menekankan jika hasil putusan MK tidak sesuai harapan maka demokrasi Pancasila mengalami kemunduran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Jadi Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Yohanes Kogoya*Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraanmasyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa. Dalam konteks pembangunan nasionalsaat ini, Papua menempati posisi yang semakin strategis, bukan hanya sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan Pasifik, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensisumber daya alam melimpah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagaikebijakan dan program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa Papua kini menjadibagian penting dalam agenda pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.Komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Papua mendapat penegasan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Menurutnya, paradigma pembangunan nasional saat ini telah bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada Pulau Jawa menjadi pembangunan yang berpusat pada seluruh wilayah Indonesia. Papua pun ditetapkan sebagaisalah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis, mulai daripembangunan infrastruktur, rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, program Makan BergiziGratis, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas melalui Trans...
- Advertisement -

Baca berita yang ini