Ilmuwan Sebut Virus Corona Bisa Bertahan di Tubuh Selama 5 Pekan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar terbaru diungkap oleh para ilmuan mengenai virus corona baru Covid-19. Setelah mengetahui berapa lama virus dapat bertahan hidup di permukaan, sekarang penelitian menguak berapa lama virus hidup di dalam tubuh yang terinfeksi.

Tim peneliti di Cina menganalisis data dari 191 pasien yang positif terserang Covid-19. Data yang dipelajari termasuk 54 pasien yang telah meninggal serta pasien yang dirawat secara intensif di Rumah Sakit Jinyintan dan Rumah Sakit Paru Wuhan.

Periset menyimpulkan bahwa RNA, asam ribonukleat materi genetik virus corona Covid-19, rata-rata dapat hidup di tubuh pasien selama 20 hari. Pada sejumlah kasus, virus tercatat bertahan di tubuh lebih lama, yakni sampai 37 hari atau sekitar lima pekan.

Selama ini, pasien yang terinfeksi virus telah direkomendasikan untuk tetap dalam isolasi diri selama 14 hari. Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan awal pekan ini di jurnal medis The Lancet mengungkap periode waktu masa inkubasi virus yang lebih lama.

Dalam penelitian, RNA virus bertahan selama rata-rata 20 hari pada pasien yang selamat, serta tetap bertahan sampai virus mati pada pasien yang tidak selamat. Sebagai perbandingan, peneliti juga melakukan komparasi dengan SARS yang mewabah pada awal 2000 dan MERS.

Durasi deteksi virus SARS pada spesimen pernapasan rata-rata selama empat pekan dari sekitar sepertiga pasien. Sementara, pasien yang terinfeksi sindrom pernapasan MERS, durasi RNA bertahan dalam tubuh sedikitnya selama tiga pekan.

“Temuan ini memiliki implikasi penting untuk pengambilan keputusan mengenai isolasi pasien dan bimbingan seputar lamanya pengobatan antivirus,” tulis peneliti, seperti dikutip dari laman Fox News.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini