Hacker Desorden Klaim Retas dan Bagikan 1,6GB Data Milik Anak Usaha Pertamina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Baru-baru ini, peretas atau hacker yang mengatasnamakan diri mereka Desorden mengklaim telah membagikan 1,6GB data milik anak usaha Pertamina.

Sang peretas yang mengungkap lewat postingannya di forum Breach, mengatakan:

“Kebocoran data ini melibatkan 1.6GB database dan source code, sedikit karena kami terlalu malas untuk mentransfer sisa ratusan GB dari jaringannya,” tulis Desorden di forum Breach, Senin 19 September 2022.

Desorden juga menyebutkan, dirinya bertanggung jawab atas peretasan dan kebocoran data PT Sigma Cupta Utama, satu-satunya anak perusahaan bertanggung jawab atas Manajemen Data di Elnusa Group, anak perusahaan Pertamina Indonesia, perusahaan negara milik pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, data yang dicuri tersebut berisikan nomor ID karyawan, nama, inisial, tempat/tanggal lahir, pendidikan hingga agama.

Selain melakukan peretasan, Desorden pun mengaku telah melakukan deface situs portal.scu.co.id. Deface sendiri adalah aksi mengubah tampilan muka dari sebuah situs web.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Jadi Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Yohanes Kogoya*Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraanmasyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa. Dalam konteks pembangunan nasionalsaat ini, Papua menempati posisi yang semakin strategis, bukan hanya sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan Pasifik, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensisumber daya alam melimpah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagaikebijakan dan program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa Papua kini menjadibagian penting dalam agenda pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.Komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Papua mendapat penegasan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Menurutnya, paradigma pembangunan nasional saat ini telah bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada Pulau Jawa menjadi pembangunan yang berpusat pada seluruh wilayah Indonesia. Papua pun ditetapkan sebagaisalah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis, mulai daripembangunan infrastruktur, rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, program Makan BergiziGratis, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas melalui Trans...
- Advertisement -

Baca berita yang ini