Diprediksi Lebih Dari 300 Ribu Pemudik Masuk Bogor

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOR-Kasatlantas Bogor Kota Kompol Galih Apria telah memprediksikan bahwa tahun ini akan terjadi peningkatan arus mudik ke Bogor Kota melebihi tahun-tahun sebelumnya.

Menurut data tahun 2019 300 ribu pemudik masuk Bogor dan tahun ini diperkiraan akan melebihi angka tersebut karna sudah dua tahun sejak dikeluarkannya larangan mudik bagi masyarakat.

“Kalau dilihat dari prediksi bisa melebihi dari 300 ribu pemudik yang datang ke Bogor Kota ini, tetap diantisipasi supaya tetap lancar,” kata Kompol Galih Apria di Pos Ketupat Lodaya, Polresta Bogor Kota, Baranangsiang, Selasa (19/04/2022).

Dalam mengatasi kepadatan kendaraan saat mudik lebaran nanti, Polresta Bogor Kota telah menyiapkan tim yang akan turun langsung ke lokasi kemacetan dan penggunaan sistem ganjil genap akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan sehingga nantinya kepadatan dapat diatasi dan tidak menimbulkan antrean di tiap titik terutama keluar masuk tol.

“Karena sudah level 2 jadi ganjil genap sudah kondisional artinya pada waktu waktu tertentu saja,” kata Galih.

Polresta Bogor terus menghimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi peraturan lalu lintas yang ada dan mengikuti arahan pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19 di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini