Debut di Hollywood, Lee Min Ho Bakal Bintangi Serial ‘Pachinko’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lee Min-ho dikonfirmasi membintangi serial orisinal Apple yang bertajuk ‘Pachinko’. Serial ini merupakan hasil adaptasi dari novel bertajuk serupa karya Min Jin Lee.

Pachinko menceritakan harapan dan impian empat generasi keluarga imigran korea. Kisah mereka dimulai dengan cinta terlarang.

Cerita itu keluarga imigran itu kemudian berkembang ke sebuah perjalanan antara Korea, Jepang, dan Amerika untuk menceritakan perang, perdamaian, cinta, kehilangan, kemenangan, dan juga perhitungan. Bisa dibilang serial ini menjadi debut Lee Min Ho di Hollywood.

Lee Min-ho akan beradu akting dengan sederet artis Asia lainnya, seperti Jin Ha (Devs, Love Life), Anna Sawai (Fast & Furious 9, Ninja Assassin), Minha Kim (Call, After Spring), Soji Arai (Cobra Kai, Legacies), dan Kaho Minami (Angel Dust, Household X).

Lee Min-ho akan memerankan Hansu, karakter yang digambarkan sebagai orang asing dan penuh teka-teki. Ia diduga berhubungan dengan kelompok kejahatan yang memicu hubungan percintaan terlarang dengan konsekuensi besar.

Pachinko akan diceritakan dalam bahasa Korea, Jepang, dan Inggris. Proses produksi Pachinko akan dimulai pada 26 Oktober 2020.

Serial ini ditulis oleh Soo Hugh (The Terror, The Whispers) yang juga berperan sebagai produser eksekutif dan showrunner. Kogonada dan Justin Chon berperan sebagai sutradara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini