Covid-19 Masih Menjangkit 24 Kecamatan di Kabupaten Bogor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah Kabupaten Bogor kembali memberlakukan Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) periode 31 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020. Namun, tidak ada kelonggaran yang dibuka selama PSBB transisi ini, mengingat kondisi covid-19 masih meningkat.

Tercatat saat ini ada sebanyak 13 kecamatan zona kuning, dan 24 kecamatan berstatus zona merah. Hal ini berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19 Kabupaten Bogor.

“Zona hijau tinggal di Kecamatan Tenjo, Jonggol, dan Tanjungsari,” kata Bupati Bogor Ade Yasin yang juga Ketua GTPP Covid-19 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 2 Agustus 2020.

Berdasarkan catatan yang ada, dua hari sebelumnya, Kecamatan Rumpin masuk dalam zona hijau. Tapi, kini statusnya berubah menjadi zona kuning karena ada salah satu warganya yang tercatat sebagai pasien suspek Covid-19.

Pada periode yang sama, GTPP Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 546 kasus Covid-19 di wilayah itu, dengan rincian 27 kasus meninggal dunia, dan 321 pasien yang berhasil sembuh.

Kondisi kasus covid-19 yang jumlahnya tidak kunjung menurun ini membuat Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah tidak melakukan pelonggaran aturan saat PSBB.

“Kemarin kan kita selalu ada tambahan relaksasi (kelonggaran aturan). Tapi yang ini tidak menambah relaksasi,” demikian Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini