Bertambah! Menkes Sebut Sembilan WNI Positif Terinfeksi Virus Corona di Jepang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Jumlah korban Warga Negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi Virus Corona di Jepang bertambah menjadi sembilan orang. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Sebelumnya, disebut hanya empat orang Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar Diamond Princess di Jepang dinyatakan positif Virus Corona. Namun, ternyata bertambah lima orang.

Meski demikian, Terawan tak merinci apakah lima WNI yang baru terjangkit virus asal China tersebut merupakan ABK kapal pesiar Diamond Princess atau bukan.

Ia hanya menyebut pemerintah hingga saat ini masih bernegosiasi dengan otoritas Jepang terkait kepulangan 74 ABK di kapal Diamond Princess yang negatif virus corona.

Terawan mengingatkan, proses kepulangan puluhan WNI itu harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan episentrum atau pusat baru wabah virus corona.

“Kalau mereka (Jepang) ngasih ya tentu segera kita proses. Tapi ini kita nego terus, teknik yang paling baik untuk mengeluarkan mereka. Jangan semaunya sendiri, kalau semau sendiri bisa membentuk episentrum baru,” katanya.

Pemerintah sebelumnya telah memutuskan akan mengevakuasi 188 WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal pesiar World Dream menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut (AL) menyusul wabah virus corona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh

*) Oleh : Dewi AnjaniKesejahteraan buruh merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitassosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Buruh tidak hanya berperansebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak utama roda ekonomi. Ketika kesejahteraan mereka terpenuhi, produktivitas meningkat, hubungan industrial menjadi harmonis, dan potensi konflik sosial dapat diminimalkan. Oleh karena itu, perhatian terhadap buruh bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga bagian dariupaya menjaga harmoni sosial secara menyeluruh.Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat(Kamtibmas). Menurutnya, Polda Jabar siap mengedepankan pendekatan humanisdalam mengawal setiap aspirasi maupun implementasi kebijakan tenaga kerja di lapangan.Pemerintah memiliki peran sentral dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha. Penetapanupah minimum yang adil, pengawasan ketenagakerjaan yang efektif, serta perluasanjaminan sosial merupakan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan. Kebijakanyang seimbang akan menciptakan rasa keadilan bagi buruh sekaligus memberikankepastian bagi pelaku usaha untuk terus berkembang.Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pemangku kepentinganketenagakerjaan menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas di lapangan. Pendekatandialogis dan preventif perlu terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapatdiselesaikan secara damai dan konstruktif. Dengan demikian, peningkatankesejahteraan buruh tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat harmoni sosial dan stabilitas keamanansecara berkelanjutan.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan peningkatankesejahteraan buruh merupakan kunci utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Ketika buruh mendapatkan haknya secaraadil, baik dari sisi upah, perlindungan kerja, maupun jaminan sosial, maka stabilitashubungan industrial akan terjaga dan potensi konflik dapat diminimalkan. Pemerintahterus mendorong sinergi antara dunia usaha dan pekerja agar tercipta ekosistemketenagakerjaan yang seimbang dan berkeadilan.Lingkungan kerja yang aman, pemberian upah yang layak, serta kesempatanpengembangan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitashidup buruh. Perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan tidak hanyaakan mendapatkan loyalitas tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan citra positif di mata publik.Peningkatan kesejahteraan buruh juga tidak terlepas dari peran serikat pekerjasebagai jembatan komunikasi antara buruh dan manajemen. Serikat pekerja yang kuat dan profesional dapat menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan hak-hakburuh secara konstruktif....
- Advertisement -

Baca berita yang ini