Antisipasi Sebaran Penyakit Ternak, Pemkab Terjunkan Dokter di Pasar Hewan Siyono Gunungkidul jelang Idul Adha

Baca Juga

Mata Indonesia, Gunung Kidul – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Playen, Gunungkidul, meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak di Pasar Hewan Siyono Harjo untuk mencegah penyebaran penyakit menular menjelang Idul Adha 2024.

Kepala UPT Puskeswan Playen, Aris Hidayat, mengatakan bahwa kesadaran peternak dan pedagang di Pasar Hewan Siyono Harjo cukup tinggi. Mereka segera mengeluarkan ternak yang terindikasi penyakit seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dari pasar.

“Mereka memahami bahwa meskipun penyakit tersebut tidak mematikan, penularannya sangat cepat. Jadi, saat ada gejala penyakit menular, mereka langsung melaporkannya kepada petugas,” ujar Aris, Minggu 26 Mei 2024.

Puskeswan Playen juga menyiapkan dokter dan tim medis untuk melakukan pemeriksaan intensif. Pengawasan difokuskan pada penyakit menular seperti LSD, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta antraks.

“Selain di pasar, kami juga mengunjungi peternak untuk memberikan vaksin LSD dan PMK. Untuk antraks, kami tidak mendapat vaksin karena tidak ada kasus di sini,” tambahnya.

Menurut Aris, pemeriksaan diperketat menjelang Idul Adha karena lalu lintas ternak di Pasar Hewan Siyono Harjo meningkat sejak akhir bulan lalu. Setiap mobil yang membawa sapi atau kambing harus melewati kolam desinfeksi untuk mensterilkan hewan dan kendaraan.

“Dua minggu sebelum Idul Adha, jumlah ternak yang masuk ke pasar ini akan mencapai puncaknya,” katanya.

Terpisah, Supiyo, seorang pedagang sapi, menyatakan bahwa penjualan dan harga hewan ternak telah meningkat dalam dua pekan terakhir. Harga sapi siap potong naik sekitar Rp2-3 juta, dengan harga sapi berukuran sedang kini mencapai Rp15 juta hingga Rp17 juta per ekor.

“Semakin mendekati Idul Adha, harga terus meningkat,” ujarnya.

Pomo, pedagang lainnya, juga merasakan kenaikan harga selama 10 hari terakhir, yang dianggap sebagai kabar baik bagi petani dan peternak.

“Harga naik membuat petani senang karena itu seperti tabungan. Semoga tidak ada lagi penyakit yang mengganggu agar harga tetap stabil,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini