30 Investor Bakal Bangun Ibu Kota Baru RI di Kalimantan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pembangunan ibu kota baru RI menarik minat para investor di dunia. Tercatat ada 30 perusahaan yang sudah masuk untuk berpartisipasi membangun Ibu Kota Negara (IKN). Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut tidak menjelaskan detailnya, namun negara besar seperti Amerika, Jepang hingga Arab turut antre untuk bisa menanamkan modalnya di Indonesia. “Banyak, Amerika masuk, Jepang masuk, Arab masuk, Singapura masuk,” katanya.

Meski enggan menyebutkan nilai investasinya di ibu kota baru, Luhut menyatakan bahwa perusahaan yang masuk berkonsentrasi di bidang listrik, pompa air dan sebagainya.

Sementara, investor lokal juga tidak ketinggalan mau bantu membangun IKN. Sebut saja perusahaan-perusahaan karya (konstruksi). “Lalu ada juga di pembangunan yang lain,” katanya.

Terkait pemindahan, Dirinya menyebut, pemerintahan bakal pindah ke ibu kota baru pada kuartal pertama 2024. Dia bilang, sejauh ini tahapan pemindahan ibu kota sudah sesuai harapan.

Mengenai pembebasan lahan, dia bilang semua sudah beres kecuali persoalan yang minor, tapi Luhut tak mengelaborasi lebih lanjut. “Semua sekarang gotong royong, kita kerjakan terintegrasi sehingga betul-betul nanti ini jadi kota yang sangat indah, terintegrasi, green city dan membawa Indonesia ke dunia internasional,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini