Wisata ke Kota Bogor Saat Weekend, Jangan Lupa Mampir ke Teras Surken Banyak Jajanan Legendaris

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Masa pandemi corona saat ini tidak menyurutkan Langkah Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mempromosikan daerah wisata di wilayahnya bagi para wisatawan.

Kali ini, dirinya memperkenalkan destinasi wisata kuliner bernama Teras Surken yang berlokasi di Jalan Bata, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Teras Surken menjajakan jajanan jadul yang melegenda khas Kota Hujan. Ada sekitar 38 stand yang dibuka, di antaranya Bir Kotjok Bogor, Asinan Jagung Bakar, Toge Goreng, Soto Mie, Laksa, Soto Kuning Pak Yusuf, hingga Es Pala yang sangat terkenal. Mereka sebelumnya biasa berjualan di trotoar sepanjang Jalan Suryakencana.

“Pendiriannya merupakan langkah Pemkot Bogor agar kawasan Suryakencana lebih tertata rapi, lebih bersih, dan nyaman bagi pelancong,” kata Bima.

Niat Pemkot Bogor direspons positif Agus Sugandi yang menjual Bir Kotjok di Teras Surken. Ia mengaku kini stand pedagang lebih rapi dan bersih dibandingkan sebelumnya. Ia pun berharap kehadiran pusat kuliner itu bisa meningkatkan penjualan dagangannya yang sudah dimulai sejak 1965.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini