Train To Busan 2: Peninsula Rilis Trailer Kedua, Lebih Tegang dari Sebelumnya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Film Korea Selatan yang paling ditunggu-tunggu, ‘Train to Busan 2: Peninsula’ baru saja merilis trailer kedua. Yang pastinya lebih menegangkan dari trailer pertama yang dirilis beberapa waktu lalu.

Pada trailer yang diunggah pada Senin 15 Juni 2020, para penonton mendapat ketegangan yang lebih intens saat melihat perjuangan para survivor yang dipimpin oleh Jung Seok (Kang Dong Won) mendapat serangan zombi di kota mati. Terlihat pula cuplikan orang-orang di penjara yang memanfaatkan zombi layaknya banteng dalam pertunjukan Matador.

BACA JUGA: Sukses dengan Train to Busan, Korea Siapkan Serial Zombi Baru yang Lebih Ekstrem

Film yang dijadwalkan akan tayang pada bulan Juli ini mengambil set empat tahun setelah serangan dalam film ‘Train to Busan’ pertama yang dibintangi oleh Gong Yoo. Pastinya, film ini lebih seru karena jumlah grafik komputer yang digunakan di Peninsula setidaknya dua kali lebih banyak dari film pertama.

Dikutip dari Soompi, Rabu 17 Juni 2020, sutradara Yeon Sang Ho mengungkap bahwa dia sudah merencanakan Peninsula sejak tahap awal film Train to Busan, jika film pertama sukses.

Aktor Kang Dong Won akan memerankan Jung Suk, seorang penyintas yang kembali ke Korea untuk pertama kalinya dalam empat tahun.

“Sebagai aktor, bisa menjadi beban berada di cerita lanjutan dari proyek dengan pendahulu, dan aktor mungkin tidak bergairah untuk melakukannya. Tapi, aku tidak merasa seperti itu sama sekali ketika menerima skenarionya. Karena belum ada film Korea yang memperlihatkan keruntuhan, aku sangat ingin melakukannya,” ujar Kang Dong Won terkait alasannya mengambil peran dalam Peninsula.

BACA JUGA: Parasite Sukses, Choi Woo Shik Main Film Time to Hunt Tanpa Casting

Sutradara juga berterima kasih kepada para pemeran zombie dan berkelakar ingin membuat film dengan zombie sebagai pemeran utamanya.

“Di masa pasca-kehancuran, harapan harus menjadi penting. Tolong pikirkan film ini sebagai cerita dari orang-orang yang membangun harapan bahwa harapan itu penting,” ujar sutradara.

Wah! Gak sabar ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini