Quick Count Konsepindo: Prabowo-Sandiaga Menang

Baca Juga

MINEWS, TANGERANG – Calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga akhirnya bisa bernafas lega bisa menang lawan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Berdasarkan hasil hitung cepat ‘quick count’ Lembaga Survei Konsep Indonesia (Konsepindo), pasangan nomor Urut 02 unggul di Provinsi Banten.

Prabowo-Sandiaga unggul dengan perolehan suara hingga mencapai 60 persen. Perolehan suara ini mengulang kesuksesan pada Pemilu 2014 lalu.

“Data masuk 47 persen untuk Banten, hasilnya Jokowi 39,95 persen dan Prabowo 60,05 persen. Datanya sama dengan Pilpres 2014 lalu,” ujar Direktur Konsepindo Veri Muhlis Arifuzzaman, di Banten, Rabu 17 April 2019.

Tingginya suara Prabowo-Sandi di Banten, kata dia, dikarenakan politik identitas dan agama yang dimainkan kubu 02 selama Pemilu 2019. “Dulu di Banten kalah, sekarang berdasarkan quick count kita (Jokowi) juga kalah. Banten sampai saat ini kalah, bedanya sampai 20 persen. Kenapa itu terjadi? Karena ini pertarungan yang calonnya sama,” ujarnya.

“Namun demikian, saya memprediksi hasil secara nasional yang menang adalah Jokowi, karena belum ada gejala sesuatu yang luar biasa dalam quick count. Ini seperti mengulang Pilpres 2014,” kata dia.

Ia menambahkan, kehadiran KH Ma’ruf Amin sebagai wakil Jokowi di Pilpres 2019 tidak banyak mendongkrak elaktabilitas suara paslon 01 hingga masa pemungutan suara. Kata dia, KH Maruf Amin dianggap orang di Banten tapi enggak ngaruh di Banten, karena banyak tinggalnya di Jakarta.

“Berbagai upaya dilakukan untuk membangun opini, tetapi tidak memikat warga,” ucapnya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini