Pemulihan Pasca Bencana Aceh Terus Optimal, Tokoh Publik Wajib Jaga Persatuan Nasional

Baca Juga

Oleh: Indah Prameswari)*

Pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan progres positif melalui kerja terpadu pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Berbagai langkah rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyat.

Pendiri 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti mengungkapkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah optimal menangani bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia mendukung pemerintah mampu menyampaikan informasi ke publik terkait Upaya yang telah dilakukan dalam penanganan bencana sejauh ini.

Penyampaian informasi yang akurat terkait penanganan bencana di Sumatra dinilai penting di tengah berkembangnya beragam disinformasi. Haris yakin pemerintah sudah mengerahkan sumber daya maksimal dalam penanganan bencana.

Ia menambahkan, berbagai stakeholder seperti BNPB, TNI-Polri, Pemda, dan Kementerian/Lembaga lainnya, serta relawan dari berbagai komunitas sosial sudah bekerja sungguh-sungguh di lapangan dan tidak menjadikan bencana sebagai objek narasi provokatif di media sosial.

Haris mengapresiasi pemerintahan Prabowo melalui sejumlah jajaran pemerintahannya mampu menjawab disinformasi dan misinformasi yang menyudutkan dengan mengalihkannya pada sumber daya secara maksimal guna mendukung tahap rehabilitasi hingga rekonstruksi di lapangan.

Di tengah proses pemulihan tersebut, persatuan nasional menjadi fondasi penting yang harus terus dijaga bersama. Berbagai latar belakang tokoh publik mendorong seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan narasi sejuk, memperkuat kebhinekaan, dan mencegah munculnya kembali benih perpecahan.

Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni menegaskan, pemerintah bersama seluruh elemen bangsa telah bekerja maksimal dan bergotong-royong dalam menangani pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Dalam situasi kemanusiaan seperti ini, fokus utama semua pihak seharusnya memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, tanpa terganggu oleh berbagai narasi di ruang publik yang berpotensi memecah belah dan mengaburkan kerja nyata di lapangan.

Sahroni menilai, kondisi di lapangan sangat menantang dan tidak mudah untuk diatasi. Kondisi geografis mempersulit sejumlah wilayah untuk dijangkau sehingga membutuhkan proses waktu penanganan lebih lama. Dalam konteks tersebut, Sahroni berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga persatuan dalam upaya pemulihan pascabencana secara optimal.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung, yang menyerukan pentingnya empati dan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi terkait penanganan bencana di Sumatera. Zuhelmi menyatakan bahwa momentum bencana seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kerja sama semua pihak dalam upaya pemulihan.

Saat seluruh elemen bangsa bergotong royong menangani bencana, Ia mengingatkan perlunya menjaga komunikasi yang membangun, mendorong solidaritas, dan menghindari narasi yang dapat menimbulkan keresahan lebih buruk.

Ia menekankan bahwa pemerintah bersama TNI-Polri, relawan, tenaga medis, dan berbagai elemen masyarakat telah bekerja sejak dini untuk melakukan evakuasi, mendirikan posko, dan menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatan dengan tepat sasaran.

Zuhelmi mengingatkan kembali bahwa penyebaran informasi, khususnya mengenai isu-isu sensitif, harus dilakukan dengan tanggung jawab penuh, memerhatikan akurasi, dan dampaknya terhadap psikologis korban serta masyarakat.

Seruan dari berbagai tokoh publik tersebut menguatkan bahwa pemulihan bencana akan berlangsung lebih cepat apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan soliditas, saling menguatkan sebagai satu bangsa, serta berdiri bersatu bersama, sehingga apabila soliditas dan persatuan mampu dijaga, maka ia yakin Sumatra akan pulih lebih cepat.

Dengan demikian, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memulihkan harapan, rasa aman, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Ketika pemerintah hadir secara konsisten di tengah kesulitan rakyat, maka stabilitas sosial dan keutuhan bangsa akan tumbuh seiring dengan bangkitnya wilayah terdampak.

Dalam situasi kemanusiaan, ruang publik seharusnya menjadi wadah solidaritas, bukan arena adu narasi yang memperkeruh keadaan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh publik, dituntut untuk mengedepankan kepentingan nasional, menjaga etika komunikasi, serta mendukung kerja nyata pemerintah yang sedang berlangsung di lapangan.

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ketika kebersamaan dijaga dan kepercayaan diperkuat, maka setiap tantangan geografis maupun teknis dapat dihadapi secara kolektif demi pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Momentum pemulihan Aceh dan wilayah Sumatra lainnya harus dijadikan pijakan untuk memperkokoh persatuan nasional di tengah keberagaman. Dengan semangat gotong royong, narasi yang menyejukkan, serta dukungan penuh terhadap langkah pemerintah, bangsa Indonesia dapat membuktikan bahwa solidaritas adalah kunci utama bangkit lebih kuat dari setiap bencana.

)* Pemerhati Isu Keamanan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tokoh Masyarakat Wajib Jaga Persatuan Wujudkan Percepatan Pemulihan Aceh

Oleh : Safira Sofya)* Pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera terus berjalan di tengah berbagai tantangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini