Pemerintah Komitmen Wujudkan Indonesia Emas Bebas Narkoba

Baca Juga

Oleh : Andi Mahesa )*

Peredaran narkoba di Indonesia menjadi salah satu masalah serius yang tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga merusak tatanan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa. Sebagai negara yang tengah berupaya mewujudkan cita-cita besar, yaitu Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia menjadi negara maju, berdaya saing, dan sejahtera, penyalahgunaan narkoba tidak bisa dibiarkan. Sebab, narkoba bukan hanya mempengaruhi individu, tetapi juga menggerogoti masa depan bangsa. Namun, pemerintah melalui berbagai kebijakan dan langkah konkret menunjukkan komitmennya untuk memberantas peredaran narkoba demi menciptakan Indonesia yang bebas dari ancaman narkoba.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui upaya sinergis antara berbagai instansi yang terkait dalam pemberantasan narkoba. Pada awal Januari 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan BNN Provinsi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) berhasil mengungkap 11 kasus narkotika dan menangkap 44 tersangka. Dalam operasi tersebut, sebanyak 60,19 kilogram narkotika berhasil diamankan. Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol. I Wayan Sugiri mengatakan pencapaian ini merupakan bukti nyata dari semakin solidnya sinergi antarinstansi dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

Operasi besar ini adalah salah satu contoh keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman narkoba yang telah meresahkan masyarakat selama bertahun-tahun. Tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga menunjukkan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba. Sinergi antarinstansi ini penting karena masalah narkoba tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi antara BNN, Kepolisian, Bea Cukai, Imigrasi, hingga lembaga-lembaga lain untuk menanggulangi jaringan peredaran narkoba yang sangat kompleks dan terorganisir.

Selain penindakan, pemerintah juga berkomitmen untuk mengimplementasikan kebijakan yang lebih holistik dalam penanggulangan masalah narkoba, seperti yang disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk yang menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menangani permasalahan narkoba. Hal ini sangat relevan mengingat narkoba adalah masalah yang multidimensional, yang tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial. Oleh karena itu, implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang mendukung upaya pemberantasan narkoba menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem yang kondusif dalam melawan peredaran narkoba.

Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihaj-pihak terkait juga sangat diperlukan. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah melalui program-program yang dilaksanakan oleh Badak LNG. Badak LNG, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang beroperasi di bawah Subholding Upstream Pertamina, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Vice President Business Support Badak LNG, Ichsan Maulana, menegaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung visi Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar). Badak LNG mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari narkoba. Program ini tidak hanya berfokus pada pekerja, tetapi juga mencakup mitra kerja dan keluarga pekerja. Inisiatif ini menunjukkan bahwa Badan LGN sangat mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Kolaborasi antara pemerintah dan anak Perusahaan BUMN ini sangat krusial, mengingat bahwa narkoba tidak hanya menjadi masalah di kalangan individu, tetapi juga berpotensi merusak dunia kerja dan perekonomian. Melalui program-program seperti BIMTEK yang dilaksanakan oleh Badak LNG, diharapkan bisa tercipta lingkungan kerja yang lebih produktif, aman, dan sehat, serta menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk turut berperan dalam pemberantasan narkoba.

Selain itu, peran masyarakat juga tidak kalah penting dalam mendukung upaya pemerintah ini. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan Indonesia Emas bebas narkoba. Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan, baik dalam bentuk kesadaran untuk tidak terlibat dengan narkoba maupun partisipasi aktif dalam program-program pencegahan. Dalam hal ini, pendidikan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba harus semakin digalakkan di semua lapisan masyarakat, baik di sekolah, kampus, maupun tempat kerja. Dengan adanya kesadaran kolektif, peredaran narkoba dapat ditekan, dan lingkungan yang bebas narkoba akan semakin terwujud.

Melalui berbagai kebijakan dan tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah, Indonesia semakin dekat dengan impian untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, sebuah Indonesia yang bebas narkoba, sehat, dan berdaya saing. Dari operasi pemberantasan narkoba yang melibatkan berbagai pihak, semuanya menunjukkan bahwa Indonesia tidak main-main dalam menghadapi ancaman narkoba.

Pemberantasan narkoba adalah perjuangan panjang yang memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak dan kesungguhan dalam melaksanakan langkah-langkah tegas, cepat, dan terkoordinasi. Melalui prinsip Asta Cita, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama bergerak memberantas narkoba. Gerak cepat dan kesadaran diri dari seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan narkoba akan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba, aman, dan sejahtera.

)* Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini