PUNCAK – Situasi keamanan di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mulai berangsur kondusif setelah patroli intensif yang dilakukan Tim Satgas Koops TNI Habema. Sejumlah warga yang sebelumnya mengungsi akibat intimidasi kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Puncak pimpinan Lekagak Talenggeng, kini mulai kembali ke Kampung Kembru secara bertahap sejak beberapa hari terakhir.
Kepulangan warga dilakukan dengan pendampingan langsung Tim Patroli Keamanan Satgas Koops TNI Habema guna memastikan situasi tetap aman. Warga yang kembali tampak membawa bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus penegasan bahwa mereka ingin hidup damai di kampung halamannya.
Salah seorang warga Distrik Kembru secara langsung menyampaikan harapannya saat kembali ke kampung. “Kami ingin hidup tenang di tanah kami sendiri, dengan membawa bendera merah putih, kami menunjukkan bahwa kami tetap setia dan berharap ada perlindungan dari pemerintah,” ujarnya.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa kembalinya warga menjadi indikator membaiknya kondisi keamanan. “Dengan kembalinya warga ke Distrik Kembru, diharapkan kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa patroli keamanan akan terus dilakukan secara terukur dan sesuai aturan. “Tim Patroli Keamanan Satgas Koops TNI Habema terus melakukan patroli dan melaksanakan pengamanan yang terukur guna memastikan situasi tetap stabil. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan,” katanya.
Pemerintah daerah setempat juga menyatakan kondisi keamanan mulai berangsur kondusif dan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjamin keselamatan warga serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascakejadian tersebut.
Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menegaskan komitmen aparat dalam melindungi masyarakat sipil. “Aparat TNI bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya bergerak cepat mengevakuasi warga sipil yang menjadi korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Sinak, Papua Tengah. Masyarakat sipil seharusnya menjadi pihak yang dilindungi dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. “Saat ini korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor jika menemukan kejadian serupa,” pungkasnya.

