Ma’ruf Minta Amin Rais Jangan Asal Tuduh dan Ancam Perang Politik

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Politikus Amien Rais menuduh ada kecurangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pemilu 2019. Menyikapi hal tersebut, Cawapres Ma’ruf Amin pun meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN tak sembarang melontarkan tuduhan.

Apalagi, kata Ma’ruf, Amien memberikan ancaman bakal terjadinya perang politik. “Tidak ada perang politik, nggak ada perang kok. Ini perang gimana? Jadi menurut saya biarkan KPU melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia adalah lembaga yang ditunjuk secara resmi, konstitutusional, karena itu jangan membuat hal-hal tuduhan yang tidak berdasar,” ujar Ma’ruf Amin di Karawang, Sabtu 3 Maret 2019.

Menurut dia, Amien harus sadar dan pura-pura lupa terhadap adanya mekanisme yang bisa ditempuh terkait pelaksanaan Pemilu termasuk Pilpres 2019. Karena setiap keberatan terkait hasil Pemilu nantinya harus disampaikan sesuai aturan.

“Kalau ada yang memang misalnya dianggap menyimpang ada caranya kan, ada mekanismenya kan. Semua kan ada mekanismenya. Kita jalur mekanisme yang resmi saja yang kita lakukan,” kata Ma’ruf.

Dia pun menegaskan, Pemilu tidak boleh dihalangi atau diganggu. Sebab penegakan demokrasi harus tercermin, harus terwujud.

“Kalau sampai pemilu itu gagal berarti kita tidak bisa menyelesaikan persoalan penting penegakan demokrasi,” ujar Ma’ruf.

Sebelumnya dalam aksi di depan gedung KPU, Jumat 1 Maret 2019, Amien Rais meminta agar pemilu dilakukan dengan jujur dam transparan. Amien meminta jangan salahkan jika ada perang politik bila terbukti terdapat kecurangan.

Menurut Amien, perang politik tersebut bukan perang total seperti yang diucapkan Kepala Staf Kepresiden Moeldoko. Amien mengatakan kebenaran harus ditegakkan. “Kalau sampai terbukti nanti ada kecurangan yang sistematik, kemudian masif, terukur, maka jangan pernah menyalahkan kalau kita akan melakukan aksi-aksi politik, bukan perang total ala Moeldoko, bukan, tapi kita perang politik, mengawasi demokrasi bahwa kebenaran harus ditegakkan,” ujarnya.

Berita Terbaru

Wujudkan Daya Saing Global, Program Magang Nasional Diperluas ke Seluruh Indonesia

Oleh: Alya Safira )*Upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing global terusmenunjukkan arah yang semakin terstruktur melalui perluasan Program Magang Nasional ke seluruh Indonesia. Kebijakan ini dirancang bukanhanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek pasar tenaga kerja, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam membangun sumberdaya manusia unggul. Di tengah dinamika ekonomi global yang kompetitif, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas tenaga kerja sebagaiprioritas utama agar Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan.Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjadi salah satu aktor pentingdalam mendorong penguatan program ini. Dalam pertemuannya bersamaMenteri Ketenagakerjaan, ia menekankan bahwa Program MagangNasional telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama darisisi antusiasme masyarakat. Tingginya jumlah pendaftar yang mencapai ratusan ribu orang menunjukkan bahwa program ini menjadi kebutuhan nyata bagi lulusanbaru yang ingin mendapatkan pengalaman kerja. Ia melihat kondisi inisebagai momentum untuk memperluas kuota peserta pada periode 2026–2027, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar semakin relevan dengan kebutuhan industri.Dalam pandangan Teddy, penguatan program tidak cukup hanya denganmenambah jumlah peserta. Pemerintah juga harus memastikan bahwasetiap peserta memperoleh pengalaman kerja yang bermakna. Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan yang lebihkomprehensif, mencakup pembelajaran langsung di lingkungan kerjaprofesional, pendampingan oleh mentor berpengalaman, serta pemberianupah yang sesuai standar. Pendekatan ini diyakini mampu membentukkompetensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup soft skills yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikanpenekanan pada aspek keberlanjutan program. Ia memandang bahwaProgram Magang Nasional harus menjadi bagian dari ekosistempengembangan tenaga kerja yang lebih luas. Oleh karena itu, pemerintah tidak berhenti pada penyelenggaraanmagang semata, tetapi juga menyiapkan program lanjutan sepertisertifikasi kompetensi. Dengan adanya sertifikasi ini, keterampilan yang dimiliki peserta dapat diakui secara formal dan meningkatkan peluangmereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Dalam berbagai kesempatan, Yassierli juga menyoroti pentingnyamenjaga optimisme para peserta, terutama setelah merekamenyelesaikan program magang. Ia mendorong agar para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini