Mantul! BOOM.ID Jadi Tim Indonesia Pertama yang Lolos ke Turnamen Minor Dota 2

Baca Juga

MINEWS.ID – Prestasi cemerlang anak bangsa kembali diukir dari dunia esports. Adalah tim Dota 2, yaitu BOOM.ID, yang pada tanggal 10 Februari 2019 lalu, berhasil memenangkan pertandingan melawan tim Lotac dalam turnamen Starladder ImbaTV Dota Minor untuk wilayah Southeast Asia. Gokil khan!

Kemenangan tersebut otomatis mengantarkan tim BOOM.ID untuk mewakili Asia Tenggara untuk berlaga pada turnamen Starladder Dota 2 di Kiev, Ukraina. Banyak yang penasaran seperti apa sih perjalanan mereka bisa memenangkan pertandingan bergengsi di kancah internasional tersebut.

Gak perlu khawatir gaes! Kali ini, AEGIS X MINEWS.ID berkesempatan untuk melakukan interview dengan pemain sekaligus kapten dari tim BOOM.ID yaitu Tri “Jhocam” Kuncoro. Berikut petikannya:

Credit: A-AEGIS, J-Jhocam

A : Gimana rasanya lolos turnamen minor untuk kedua kalinya ?
J : “Sebenernya kita tidak begitu merasa wah untuk lolos minor ini. Karena sebelumnya kita menargetkan major tapi apa dikata kesiapan kita akan hal-hal baru masih sedikit kurang dan belum nemuin permainan kita di patch baru itu dan ga tau kenapa team SEA lainnya masih struggling dengan patch baru di Dota 2.”
A : Target untuk tim BOOM.ID kali ini kira-kira apa ?
J : “Target kita sudah jelas untuk juara 1, dapetin slot ke major dan harapan kita bisa lebih dari minor sebelumnya.”
A : Ada pesan untuk para fans BOOM.ID ?
J : “Buat para fans, jangan terlalu menghujat player secara berlebihan, gue disini mungkin mewakili yang lain yang udah ngebuang waktu, tenaga, pikiran bahkan waktu untuk bertemu dengan keluarga, temen deket aja susah. Tujuan kita bukan buat jelek-jelekin juga kesana, toh kalo kita dapet hal yang lebih bagus itu nilainya kita semua bukan gue pribadi, mungkin bakal lebih dilirik Indonesia dimata luar tentang esports, gak ada yang mau jelek juga itu ajasih”.

Buat kalian tahu nih, turnamen Starladder ini akan dimulai pada 7-10 Maret 2019 dengan total hadiah hingga 300.000 ribu dolar AS gaes!Wow banget khan!

Dari interview dengan Jhocam tadi kita tahu bahwa tim BOOM.ID sangat serius untuk memenangkan turnamen ini, demi mendapatkan jalan yang lebih luas untuk mengarungi dunia Dota 2. So, kita doakan selalu untuk tim BOOM.ID yang akan mewakili Indonesia untuk berlaga di kancah internasional! Goodluck ya gaes!

Nah, buat kalian yang ingin ikut berkontribusi di dunia esports Indonesia seperti BOOM.ID ? Ingin lebih jago di game favoritmu ? Yuk gabung dengan AEGIS, First Indonesia Educational Esports Platform!

Atau kunjungi:
AEGIS (Akademi Esports Indonesia)
www.ae-gis.id
Instagram : aegis.gg

Berita Terbaru

Tolak Provokasi dalam Unjuk Rasa demi Memperkuat Demokrasi yang Beradab

Oleh: Bima Aditya )*Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun dukungan terhadap berbagai kebijakan publik. Kebebasan tersebut merupakan hak konstitusional yang menjadi salah satu ciri utama negara demokrasi. Namun, pelaksanaan hak itu tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban, menghormati hukum, dan mengedepankan etika dalam kehidupan bermasyarakat.Penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa menjadi salah satu bentukpartisipasi publik yang diakui dalam sistem demokrasi Indonesia. Kehadiran demonstrasi menunjukkan bahwa masyarakat memilikikepedulian terhadap arah pembangunan bangsa dan tidak bersikap apatisterhadap berbagai persoalan nasional. Karena itu, ruang demokrasi harustetap dijaga agar mampu menjadi sarana penyampaian gagasan yang konstruktif.Di sisi lain, munculnya tindakan provokatif maupun anarkis dalamsebagian aksi demonstrasi berpotensi mengaburkan substansi tuntutanyang ingin disampaikan. Ketika aksi berubah menjadi kerusuhan, perhatian masyarakat tidak lagi tertuju pada pokok persoalan, melainkanpada dampak yang ditimbulkan. Kondisi seperti ini justru merugikansemua pihak karena tujuan utama penyampaian aspirasi menjadi tidak tercapai secara optimal.Demokrasi yang sehat membutuhkan kedewasaan seluruh elemenbangsa dalam mengelola perbedaan pendapat. Perbedaan pandanganmerupakan sesuatu yang wajar karena setiap warga negara memiliki hakuntuk menyampaikan gagasannya. Akan tetapi, perbedaan tidak bolehberkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum ataupun memicukonflik sosial yang dapat mengganggu persatuan.Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Menteri KoordinatorBidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril IhzaMahendra. Menurutnya, demokrasi tidak cukup dijalankan melaluiprosedur politik semata, tetapi harus berdiri di atas supremasi hukum, etika, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Yusril menilai tidak ada kelompok yang berhak memaksakankehendaknya kepada pihak lain, termasuk ketika berada pada posisimayoritas. Setiap perbedaan seharusnya diselesaikan melalui komunikasiyang santun dan menghormati martabat sesama warga negara.Yusril juga menjelaskan bahwa hukum dan politik memiliki keterkaitanyang erat dalam kehidupan bernegara. Demokrasi akan berkembangsecara sehat apabila kekuasaan dijalankan berdasarkan hukum, sedangkan hukum tetap menjunjung keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan. Prinsip tersebut menjadifondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan dan ketertiban.Selain menekankan supremasi hukum, Yusril memandang pembangunandemokrasi Indonesia perlu berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, hukum nasional tidak hanya berkembang dari ketentuanformal, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya bangsa, hukum adat, hukumagama, dan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Pembaruanhukum memang harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi arahperkembangannya tetap perlu mencerminkan karakter bangsa Indonesia.Peran mahasiswa dalam kehidupan demokrasi memang memiliki posisiyang penting. Mahasiswa selama ini dikenal sebagai kelompok intelektualyang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakanpublik. Kritik yang disampaikan diharapkan mampu memperkaya proses pengambilan kebijakan sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah agar terus melakukan perbaikan. Namun, fungsi tersebut akan lebih bermaknaapabila dijalankan melalui cara-cara yang bermartabat, objektif,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini