Krisis Ekonomi, Pakistan Minta Bantuan AS Agar Dana dari IMF Cair

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARACHI – Krisis ekonomi saat ini sedang melanda Pakistan. Pemerintah Pakistan sudah meminta bantuan Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pengaruhnya membantu percepatan pencairan uang atau dana dari International Monetary Fund (IMF).

Berdasarkan laporan Reuters, Pakistan dan IMF mencapai kesepakatan tingkat staf awal bulan ini untuk membuka jalan bagi pencairan tahap USD 1,17 miliar. Namun, pemberi pinjaman masih menunggu persetujuan dewan IMF. Dan ini belum tentu bisa segera cair.

Sejumlah sumber Pemerintah Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa Kementerian Luar Negeri Pakistan meminta bantuan dari Amerika Serikat untuk mempercepat hal itu. Apalagi Pakistan berurusan dengan cadangan devisa yang menurun dan mata uang yang jatuh.

Amerika Serikat adalah pemegang saham terbesar di IMF.

Harga komoditas yang tinggi telah membuat inflasi sejumlah harga di Pakistan. Defisit transaksi turut melonjak menjadi lebih dari USD 17 miliar pada tahun keuangan terakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini