Ini Sederet Buku Cerita Anak Enid Blyton yang Bikin Kangen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kalau kamu besar di era 80-90an, buku-buku cerita karya Enid Blyton pasti mewarnai masa kecilmu. Enid Mary Blyton yang lahir pada 11 Agustus 1897 ini sukses menulis ratusan cerita anak yang populer diseluruh dunia.

Nih, yang udah kangen sama buku-buku Enid Blyton, yuk simak karyanya yang paling populer di dunia.

1. The Secret Series/Empat Serangkai (1949-1953)

The Secret Island

Dalam cerita ini, Enid mengisahkan tokoh-tokoh menarik, yaitu Jack, si bocah yang dikenal pemberani dan cerdas dalam memimpin, Peggy yang menjadi sosok keibuan, Mike sebagai adik Jack yang ceria, dan Nora yang paling malas dan manja.

Cerita The Secret Island ini menjadi cerita yang seru dan tak biasa. Buku yang terbit pada 1938 ini juga menjadi buku pertama Enid berseri rahasia.

2. The Famous Five/Lima Sekawan (1942-1963)

The Famous Five Adventures

Nah, buku The Famous Five juga menjadi buku Blyton yang paling disukai anak-anak pada zamannya loh. Masih tentang petualangan, buku ini menceritakan Julian, Dick, Anne, George dan seekor anjing bernama Timmy yang bersama-sama menghabiskan liburan mereka dengan berpetuang, hiking, dan berkemah.

Sangking populernya, buku The Famous Five ini sampai di adaptasi dalam bentuk novel, film, hingga serial televisi.

3. The Find Outers 

The Find Outers

Penuh dengan humor dan intrik, The Find Outers mengisahkan gambaran kehidupan di abad 20. Dalam cerita ini, kamu akan di kenalkan dengan tokoh bernama Fatty, Larry, Daisy, Bets, Pip dan anjing Fatty, Buster.

Karakter Fatty dalam The Find Outers juga berhasil menggiring oembacanya ikut serta dalam petualangannya. Sosoknya yang cerdas dan baik hati membuat anak-anak suka berlama lama berpetualang dengannya.

4. Serial St. Clare’s (1941-1943)

St. Clare’s

St. Clare’s adalah sekolah asrama perempuan yang menggambarkan sebagai tempat untuk bersenang-senang. Dalam cerita ini, Enid menciptakan banyak tokoh seperti Pat dan Isabel O’Sullivan, Alison berkepala bulu, Claudine si gadis Perancis nakal, Carlotta si gadis sirkus, Don Care Bobby, Sour Milk Prudence dan masih banyak lagi.

Buku St. Clare’s pertama kali diterbitkan pada 1941 dan masih populer hingga saat ini loh. Kabarnya, W. Lindsay Cable yang mengilustrasi buku tersebut.

5. Malory Towers (1946-1951)

Malory Towers

Mirip seperti St. Clares, buku yang terbit pada 1946 ini menceritakan sekolah asrama perempuan yang terletak di tepi laut di Cornwall, sebuah bangunan mirip kastil.

Novel ini menceritakan tokoh utama bernama Haroine Darrell Rivers, anak baru di Malory Towers yang putus asa karena teman-temannya. Haroine memiliki teman-teman dengan karakter yang berbeda.

Malory Towers memiliki enam seri. Sama seperti karya-karya Enid Blyton lainnya, Malory Towers juga berasal dari adaptasi bentuk novel penulis terkenal, Pamela Cox.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini