Drama Korea Ini Bertema Bullying

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bullying menjadi isu yang meresahkan di kalangan sekolah. Hal ini bisa menyakiti fisik maupun mental. Saat ini, banyak drama Korea yang mengangkat tema bullying untuk menyadarkan penonton betapa berbahayanya tindakan ini.

Inilah delapan judul Drama Korea yang mengangkat isu penindasan di sekolah.

  • School 2013

School 2013 dibintangi Lee Jong Suk dan Kim Woo Bin. Drama sekolah ini mengisahkan tentang kehidupan siswa dalam kelas 2 SMA yang hobi membuat onar, mulai dari menganggu teman, bolos kelas dan melakukan tindak kekerasan.

Drama ini menunjukkan seberapa kental persaingan siswa dan masalah kehidupan sosial yang marak terjadi di kalangan remaja.

  • School 2015 : Who Are You

Drama School 2015 : Who Are You mengisahkan tentang dua saudara kembar yang terpisah, Lee Eun Bi dan Go Eun Byeol. Kehidupan keduanya sangat bertolak belakang. Eun Bi ditindas oleh gerombolan geng perempuan di sekolahnya, sementara Eun Byeol disukai semua siswa.

Pada suatu peristiwa, Eun Bi bertukar posisi dengan Eun Byeol setelah mengetahui adiknya ingin bunuh diri karena dibully. Teman sekolah Eun Bi membuang papan nama Eun Bi di dekat Sungai Han. Hal ini membuat dugaan Eun Bi sudah meninggal.

Setelah itu, seorang gadis yang dulunya sering merisak Eun Bi pindah ke sekolah baru tersebut. Ia kaget ketika melihat Eun Bi. Eun Bi yang memerankan Eun Byeol ini rupanya hilang ingatan.

Gadis perisak ini akhirnya mencari tahu tentang Eun Byeol yang sebenarnya Eun Bi. Setelah semuanya terbongkar, justru dialah yang diasingkan dan dikucilkan. Drama ini dibintangi oleh Kim So Hyun, Nam Joo Hyuk dan Yook Sung Jae. Drama yang disutradarai Baek Sang Hoon ini pertama kali mengudara pada 27 April-16 Juni 2015 di KBS2.

  • Solomon’s Perjury

Drama Solomon’s Perjury mengajarkan para penontonnya untuk berani memperjuangkan kebenaran. Lee Soo Woo ditemukan dalam kondisi tak sadar di halaman sekolah. Diduga ia melakukan bunuh diri dengan melompat dari atap.

Go Seo Yeon dan Han Ji Hoon merasa ada yang janggal dalam kematian Soo Woo. Semua mencurigai, dalang di balik pembunuhan itu adalah Choi Woo Hyuk, Si Biang Onar yang suka merisak Soo Woo.

Mereka pun berusaha menyelidiki kebenaran dengan mengadakan sidang di sekolah. Drama ini dibintangi oleh Kim Hyun-soo sebagai Go Seo-yeon, Jang Dong-yoon sebagai Han Ji-hoon, Seo Ji-hoon sebagai Bae Joon-young, Seo Young-joo sebagai Lee So-woo dan Cho Jae-hyun sebagai Han Kyung-moon.

  • Beautiful World

Drama Beautiful World perdana ditayangkan JTBC pada 5 April 2019. Drama ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki berama Park Sun Ho (diperankan Nam Da Reum) yang menjadi korban kekerasan di sekolah.

Karena kasus tersebut, ia mengalami mati otak dan menyebabkan ia harus terbaring koma di rumah sakit. Adik perempuannya, Park Soo Ho (Kim Hwan Hee) yang juga bersekolah di tempat yang sama akhirnya berencana untuk mengungkap kebenaran di balik serangan dan kekerasan yang diterima saudaranya.

Sementara itu, orang tua Sun Ho, Park Moo Jin (Park Hee Soon) yang merupakan seorang guru dan istrinya, Kang In Ha (Choo Ja Hyun) juga berusaha menguak kebenaran tentang siapa yang telah melukai anak mereka, karena pihak sekolah dan kepolisian dianggap tidak mendukung.

Di sisi lain, Oh Jin Pyo (Oh Man Seok) dan istrinya, Seo Eun Joo (Cho Yeo Jeong) adalah keluarga kaya raya. Jin Pyo adalah CEO dari sekolah SMP swasta yang diwariskan kepadanya. Akan tetapi, anak laki-laki mereka, Oh Joon Seok (Seo Dong Hyun) adalah pembuat onar,.

Mereka berusaha untuk menutupi semua kejahatan yang telah dilakukan olehnya. Drama Beautiful World disutradarai oleh Park Chang Hong.

  • Sassy: Go! Go!

Drama ini mengisahkan seorang ketua tim cheerleaders SMA yang baik, jujur dan aktif dalam bidang akademik. Ia mengalami penindasan sebab latar belakang keluarganya. Drama ini diperankan oleh Lee Won Keun, Jung Eun Ji, dan Ji Soo.

  • Angry Mom

Jo Gang Ja, seorang ibu rumah tangga rela kembali mendaftar sebagai anak SMA untuk melindungi putrinya, Oh A Ran dari tindakan bullying teman-temannya. Drama ini berhasil mengangkat tema masalah sosial dan pendidikan di sekolah.

Drama ini diperankan oleh deretan nama aktor terkenal yakni Kim Yoo Jung, Kim Hee Sun, Ji Soo dan lainnya.

  • He Is Psychometric

Drakor He is Psychometric mengisahkan seorang gadis bernama Yoon Jae In yang diperankan Shin Ye Eun mengalami bullying di sekolahnya. Ia dibully karena ayahnya dipenjara akibat kasus pembunuhan di apartemen Lee An (Jin Young).

Saat dewasa, Yoon Jae In bertemu dengan Lee An yang memiliki kekuatan psychometric, yaitu kemampuan mengetahui ingatan seseorang dengan menyentuh tubuhnya. Mereka pun akhirnya bekerja sama untuk melawan tindakan bullying dari teman sekolah juga memecahkan kasus misteri pembunuhan untuk mengembalikan nama baik ayah Jae In.

  • My ID is Gangnam Beauty

Drakor ini diadaptasi dari webtoon. Drama ini mengisahkan seorang perempuan yang melakukan operasi plastik karena sering dibully akibat fisiknya. Kang Mi Rae yang diperankan Lim Soo Hyang merasa kehidupan perkuliahannya setelah oplas akan jadi lebih baik.

Namun ternyata, ia bertemu dengan beberapa orang di masa lalu yang menyadari dirinya operasi plastik. Teman satu SMP-nya, Do Kyung Seo yang diperankan Cha Eun Woo menyadarkan Mi Rae tentang arti kecantikan sebenarnya dengan banyak peristiwa yang dialami keduanya.

Reporter : Ade Amalia Choerunisa

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini