Bukan Pulang ke Rumah, Pepeng Memilih Nginap di Plafon Ramayana, Ini Penyebabnya

Baca Juga

Mata Indonesia, Tarakan – EP alias Pepeng (40) ditangkap satuan unit Satreskrim Polres Tarakan usai melakukan pencurian di mal Ramayana di Kota Tarakan, pada 30 April 2023 lalu.

Bahkan EP sebelumnya sempat menginap di plafon mal Ramayana selama 2 hari. Hal tersebut pun diungkap Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, Iptu Randhya Sakthika Putra.

Ia mengatakan bahwa, pelaku terpaksa harus bersembunyi di plafon mal dikarenakan pada saat itu melihat keberadaan security yang sedang berpatroli.

“Setelah mengambil barang incarannya, pelaku melihat petugas security yang sedang berpatroli, sehingga pada saat itu pelaku langsung bersembunyi di plafon mal. Kemudian pelaku lari dari mal Ramayana tersebut pada tanggal 2 Mei 2023,” Kata Randhya kepada awak media, Senin 5 Juni 2023.

Randhya pun menjelaskan modus operandi yang digunakan EP pada saat melakukan aksinya. Kata dia, pelaku masuk ke dalam mal melalui pintu rolling door. Kemudian, pelaku masuk ke dalam mal dan langsung melihat barang-barang apa saja yang bisa diambil olehnya.

“Adapun barang bukti yang kami amankan adalah uang tunai sejumlah Rp. 3.567.000, satu buah celana panjang berwarna coklat, satu pasang sepatu berwarna hitam, satu buah hp berwarna silver dengan merk Asus, satu buah baju bola berwarna hijau, satu pasang sendal berwarna hitam, satu buah tang berwarna coklat, dan satu buah kunci motor merk Yamaha,” ucapnya.

Sambungnya lagi, usai keluar dari mal tersebut, pelaku disinyalir berupaya ingin melarikan diri ke sebuah tambak. “Pelaku yang juga merupakan residivis kasus pencurian itu berhasil diamankan di pelabuhan perikanan pada tanggal 30 Mei 2023 lalu sekitar pukul 16.00 Wita,” ujarnya.

Saat diamankan, EP mengaku hasil dari barang curiannya akan digunakan untuk keperluan pribadi. Atas perbuatannya pelaku disangkakan dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini