Bae Suzy Kebanjiran Hadiah dari Para Penggemarnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL  – Mantan anggota girl grup Miss A asal Korea Selatan, Bae Suzy, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-27 tahun, Minggu 10 Oktober 2021. Banyak penggemar Suzy yang berantusias mengirimkan hadiah-hadiah untuknya jauh sebelum hari ulang tahunnya.

Dapat dilihat dari unggahan akun Instagram @siwolae_941010. Banyak sekali hadiah-hadiah untuk Bae Suzy yang terkirim ke gedung agensi SOOP Management itu, mulai dari karangan bunga cantik hingga berbagai bingkisan lainnya.

Para penggemar Bae Suzy adalah tipikal penggemar setia, yang tak hanya berasal dari Korea Selatan saja namun juga dari mancanegara. Tentu tak mengherankan jika ia memiliki begitu banyak penggemar setia. Bae Suzy merupakan sosok aktris multitalenta yang selalu ramah terhadap semua orang. Ini membuatnya banyak orang menyukai dia, terkhusus lagi para penggemarnya.

Dan belum lama ini, Bae Suzy kabarnya akan menjadi salah satu pemeran dalam K-Drama The Second Anna. Begitu mendapat penawaran untuk mengikuti casting tersebut, Suzy membaca script dan langsung menerima tawaran tersebut tanpa pikir panjang. Ia begitu yakin menerima tawaran tersebut karena K-Drama The Second Anna ini akan mendapat arahan sutradara terkenal, Lee Joo Young, sosok kesuksesan film A Single Rider tahun 2017 silam.

K-Drama The Second Anna mengisahkan tentang perempuan yang mengalami ripley syndrome, yakni sebuah gangguan psikologis antisosial. Pengidapnya mengalam terus menerus kebohongan sebagai kebenaran, dan dia hidup di dalamnya. Pada awal rencananya, The Second Anna akan menjadi film, namun berubah menjadi serial K-Drama dengan delapan episode. Draman ini produksi serial original di platform Coupang Play.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini