MATA INDONESIA, JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah mulai berlalu. Saatnya berwisata ke mancanegara. Nah, salah satu tujuan wisata yang paling menarik adalah Mesir. Negara di wilayah utara Afrika ini terkenal akrena Piramida Giza.
Ternyata tak hanya Piramida. Mesir ini banyak...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Tradisi “Mebubu” merupakan tradisi yang selalu berlangsung di Desa Adat Pundukdawa setahun sekali. Mebubu biasanya pada Hari Tilem Kesanga. Atau Hari Pengerupukan, satu hari sebelum Hari Raya Nyepi.
Mebubu adalah sebuah prosesi pembersihan dari Roh jahat...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Invasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina menimbulkan gelombang protes dari seluruh warga di sejumlah Negara Eropa, salah satu bentuk protes datang dari warga negara Jerman.
Diketahui ribuan warga jerman melakukan aksi demonstrasi di berbagai kota,...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Konflik antara Rusia dan Ukraina belum usai, beberapa Negara mengecam invasi dan serangan yang dilakukan oleh Rusia. Diketahui puluhan Negara siap membantu Ukraina untuk melawan Rusia.
Beberapa Negara besar sudah mengirimkan bantuan, baik berupa bantuan militer...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Batu mulia atau permata merupakan jenis batu mineral yang terbentuk karena hasil geologi. Unsurnya, terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia dan memiliki harga jual yang sangat tinggi.
Menurut informasi, harga dari batu mulia dapat mencapai...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Mengenal kura-kura sebagai hewan peliharaan. Kura-kura yang menjadi hewan peliharaan terbagi menjadi dua macam, yaitu kura-kura air dan kura-kura darat atau tanah.
Kura-kura memiliki ciri khas bentuk dan corak yang unik sehingga menjadi daya tarik banyak...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Di tengah perkembangan musik yang semakin canggih keberadaan alat musik tradisonal tidak pernah hilang dan masih banyak peminatnya. Bahkan beberapa alat musik tradisional telah dikenal di mancanegara dan juga telah dikenal di berbagai dunia. (Fajar Sidik...
MATA INDONESIA, JAKARTA - Bagi penggemar buku, berkunjung ke kawasan Jakarta, tak lengkap rasanya jika tidak singgah juga ke sebuah perpustakaan yang letaknya di belakang Gedung Kedutaan Besar Belanda, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Perpustakaan Erasmus Huis, adalah sebuah...
MATA INDONESIA, JAKARTA – Politikus keturunan Melayu, Halimah Yacob saat ini menjabat sebagai Presiden di Negara Republik Singapura. Halimah Yacob dilantik menjadi Presiden ke-8 Republik Singapura, pada 13 September 2017.
Sebelum menjadi politikus dan presiden, ternyata dahulu ia merupakan seorang...
MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia adalah salah satu negara yang beriklim tropis, karena terletak pada garis khatulistiwa.
Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa wilayah Indonesia sering mengalami musim panas sepanjang tahunnya dengan suhu yang relatif sangat tinggi. Tak heran sejumlah kota mempunyai...
Oleh: Dhita Karuniawati )*
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara.
Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain.
BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan.
Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal.
Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program.
Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas.
Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...