Mau Rapat Soal Kekayaan Negara, Sri Mulyani Ajak Kita untuk Bangkit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memulai aktivitas minggu pertama Agustus 2020 ini dengan menghadiri rapat kerja nasional eselon 1 Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Dia mengajak kita semua berjuang dan bangkit.

Menurut Ani, begitu panggilan akrabnya, mengaku matahari telah bersinar cerah Senin ini setelah Minggu 9 Agustus 2020 tertutup awan mendung.

“Agenda Saya di minggu ini sangat padat, mulai dari menghadiri Rapat Kerja Nasional Eselon 1 DJKN di Kementerian Keuangan pada hari Senin pagi hingga menghadiri Undangan Pidato Kenegaraan Presiden untuk menyimak Pidato Nota Keuangan RAPBN 2021 pada hari Jumat nanti,” ujar Ani melalui akun instagramnya yang dilihat, Senin.

Maka, Sri Mulyani mengajak kita semua berjuang dan memiliki optimisme untuk bangkit seperti matahari pagi yang tetap bersinar, meski awan menutupi atau hujan badai menghalangi.

Meski begitu dia menegaskan selalu akan ada hari esok untuk matahari kembali bersinar seperti sediakala. ⁣

⁣Di akhir pernyataannya dia mengajak kita semua untuk tetap utamakan kesehatan⁣, jangan lupa menjaga jarak, jangan malas cuci tangan⁣, dan jangan lupa menggunakan masker⁣

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini