Belum Tarung, Gibran Sudah Yakin Menang 80 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yakin bisa meraih kemenangan sebanyak 80 persen dalam Pilkada Solo 2020.

Optimisme Gibran ini ia sampaikan saat berorasi pada Musran sek-Kecamatan Pasar Kliwon PDIP Solo, Kamis 6 Agustus 2020 malam.

“Kalau soal menang pasti menang. Tapi saya tidak mau menang cuma 50 persen. Saya tidak mau menang cuma 60 persen. Saya tidak mau menang cuma 70 persen. Saya mau menang lebih dari 80 persen,” kata Gibran.

Bagi Gibran, kemenangan 80 persen itu tidak mustahil. Putra sulung Jokowi itu menyebut, kunci utama kemenangan besar adalah kekompakan kader PDIP yang harus dijaga.

“Saya sudah melihat sendiri kesolidan teman-teman PAC (Pengurus Anak Cabang) Pasar Kliwon malam ini. Saya percaya itu target yang achievable,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung teknis kampanye di tengah pandemi Covid-19. Ia dan pasangannya, Teguh Prakosa tak mau kampanye menjadi titik penularan Covid-19. KPU pun melarang kampanye yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Saya juga belum tahu nanti teknisnya seperti apa. Tapi saya sama Pak Teguh sudah berkomitmen untuk total. Kalau perlu nanti saya sama Pak Teguh door to door juga enggak apa-apa kalau memang harus seperti itu,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini