AC Milan Rekrut Pemain Muda dari Lyon

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – AC Milan mendatangkan pemain muda berusia 20 tahun, Piere Kalulu dari Lyon. Milan merekrutnya bebas transfer alias gratis.

Kontrak Kalulu bersama Lyon habis musim ini. Setelah menjalani tes medis dan dinyatakan lolos, dia langsung menandantangani kontrak dengan Rossoneri.

“AC Milan mengumumkan perekrutan Pierre Kalulu dengan status permanen. Kontrak pemain asal Prancis akan berlaku hingga 30 Juni 2025,” bunyi pernyataan Milan, dikutip dari Football Italia, Kamis 6 Agustus 2020.

Kalulu biasa beroperasi di posisi bek kanan. Dia mencatatkan 12 penampilan dengan timnas Prancis U-19 dan tiga penampilan bersama timnas Prancis U-20.

“Saya memilih Milan karena mereka menunjukkan minat kepada saya dan tekad kuat untuk mendatangkan saya. Mereka punya proyek yang membuat saya tertarik,” kata Kalulu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini