Raih Cum Laude, Ini Gelar Baru yang Disandang Sandiaga Uno

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Gelar baru disandang oleh Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Politikus Partai Gerindra ini mendapatkan gelar doktor manajemen dari Universitas Pelita Harapan, Jakarta, setelah melewati sidang disertasi yang digelar secara online pada Sabtu, 25 Juli 2020.

“Sudah pakai jas dan dasi. Saatnya sidang disertasi secara virtual. Perasaanya deg-deg serrr!” tulis ayah tiga anak itu saat mengunggah foto sebelum sidang itu dimulai di akun Instagramnya, Sabtu, 25 Juli 2020 lalu.

Di foto terlihat, Sandi sengaja menggunakan backdrop kain bergambar berbagai logo usaha OK Oce, seperti OK OCE Peduli dan OK OCE Indonesia. Program OK Oce ini digagasnya saat berkampanye menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017, Pemilihan Presiden 2019, dan dilanjutkan membantu korban terdampak Covid-19.

Mantan calon wakil presiden ini tak menceritakan hasil sidangnya seperti apa. Sandiaga justru menggambarkan ketegangan yang dirasakan menjelang sidang. Sebelumnya, ia mengunggah fotonya tengah membaca sebuah buku.

“3 jam menuju sidang disertasi. Doanya ya guys…Happy weekend to you all :),” tulisnya.

Kabar mengenai hasil sidang disertainya justru diceritakan oleh Sylviana Murni, mantan Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sekaligus guru besar manajemen pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta.

“Alhamdulillah akhirnya cum laude dengan IPK 4.0. Alhamdulillah ya Robb, selamat Mas Sandi, kebanggaan,” tulisbekas lawan tandingnya di Pilgub DKI 2017 itu.

Dua unggahan Sandiaga suami Nur Asia mendapatkan suntikan semangat dari sejawat dan pesohor. “Semangat Daddy,” tulis Kiky Saputri, komika yang sedang berada di puncak karir. “Semoga lancar dan segera jadi doktor, Bang Sandi,” tulis Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebelum menyandang sebagai doktor manajemen, Sandiaga mendapatkan gelar Master of Business Administration dengan mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif 4,00 dari George Washington University.

Adapun pendidikan strata-1 ditempuh di Wichita State University juga di Amerika Serikat dengan pendidikan lulusan terbaik atau summa cum laude.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini