Potret Lapangan Banteng Dulu dan Saat Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lapangan Banteng mungkin menjadi tempat yang menarik untuk warga Jakarta karena saat karena penataannya yang rapih dan indah. Lapangan Banteng juga menjadi salah satu tempat yang memiliki sejarah. Dahulu pada abad 16, Lapangan Banteng merupakan sebuah hutan yang luas dan dihuni oleh banyak sekali hewan liar salah satunya banteng, dan sering dijadikan tempat perburuan oleh tentara ketika berlibur.

Lalu kemudian hutan tersebut dijadikan lapangan oleh Anthonie Paviljoen Sr bernama Lapangan Paviljoenvield. Lalu kemudian lapangan tersebut berpindah tanggal kepada Marsekal Guntur Herman WIlliam Daendels dan lapangan tersebut kemudian dijadikan sebagai pusat pemerintahan dimana pada saat itu nama kawasan di daerah lapangan tersebut adalah Nieuw Batavia Weltevreden.

Ditengah kawasan itu terdapat monument singa yang dipasang untuk memperingati kekalahan Napoleon di Beligia yang kemudian disebut dengan lapangan singa. Lalu ketika penjajahan Jepang patung tersebut dihancurkan. Barulah saat kemerdekaan Indonesia patung pembebasan Irian Jaya mulai berdiri. (Qoirunischa Nandya)

Berikut foto-foto Lapangan Banteng dulu dan saat ini :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Maju Melalui Proyek Strategis Nasional sebagai Pilar Kesejahteraan dan Persatuan

Oleh: Yohanis Wenda*Pembangunan di Tanah Papua saat ini menunjukkan arah yang semakin jelas, terukur, dan penuh harapan melalui pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini menjadibukti nyata kehadiran negara dalam mendorong percepatan pembangunan yang meratasekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat. Dengan nilai investasi yang besardan cakupan program yang luas, PSN di Papua tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang kemajuan bagi masyarakat untuk berkembang secara ekonomi, sosial, dan budaya.Komitmen kuat pemerintah pusat terlihat dari langkah strategis yang diambil oleh Jaksa Agung Republik Indonesia ST...
- Advertisement -

Baca berita yang ini