Potret Lapangan Banteng Dulu dan Saat Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lapangan Banteng mungkin menjadi tempat yang menarik untuk warga Jakarta karena saat karena penataannya yang rapih dan indah. Lapangan Banteng juga menjadi salah satu tempat yang memiliki sejarah. Dahulu pada abad 16, Lapangan Banteng merupakan sebuah hutan yang luas dan dihuni oleh banyak sekali hewan liar salah satunya banteng, dan sering dijadikan tempat perburuan oleh tentara ketika berlibur.

Lalu kemudian hutan tersebut dijadikan lapangan oleh Anthonie Paviljoen Sr bernama Lapangan Paviljoenvield. Lalu kemudian lapangan tersebut berpindah tanggal kepada Marsekal Guntur Herman WIlliam Daendels dan lapangan tersebut kemudian dijadikan sebagai pusat pemerintahan dimana pada saat itu nama kawasan di daerah lapangan tersebut adalah Nieuw Batavia Weltevreden.

Ditengah kawasan itu terdapat monument singa yang dipasang untuk memperingati kekalahan Napoleon di Beligia yang kemudian disebut dengan lapangan singa. Lalu ketika penjajahan Jepang patung tersebut dihancurkan. Barulah saat kemerdekaan Indonesia patung pembebasan Irian Jaya mulai berdiri. (Qoirunischa Nandya)

Berikut foto-foto Lapangan Banteng dulu dan saat ini :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini