Ngeri! Tali Putus saat Daki Gunung Lawu, Pria Ini Nyemplung ke Jurang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JATENG – Nasib nahas dialami oleh Alam (31), seorang pendaki Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah yang jatuh ke dalam jurang sedalam 10 meter karena talinya putus.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu 19 Juli 2020. Tim SAR yang mengetahui kabar tersebut segera menuju ke lokasi dan melakukan evakuasi.

Kepala Basarnas Jawa Tengah Nur Yahya berkata, Alam berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat. Ia menjelaskan, Alam mendaki dan bermalam di Pos 2 Gunung Lawu sejak Sabtu 18 Juli lalu bersama empat temannya.

“Mereka ini naik via jalur Cemoro Kandang, Tawangmangu dan bermaksud turun ke kawah Condrodimuko. Namun ia jatuh saat tali yang digunakan untuk turun menuju ke kawah putus,” kata Yahya dalam keterangan resminya.

Ia menjerlaskan, pada Minggu pukul 07.30 WIB, para pendaki itu hendak turun ke kawah Conrodimuko. Empat teman Alam sudah turun terlebih dahulu. Namun, tali yang digunakan Alam tiba-tiba terputus.

Tim SAR gabungan yang memperoleh informasi kejadian tersebut melakukan evakuasi di jurang yang memiliki kedalaman sekitar 10 meter itu.

Setelah lima jam, kata Yahya, tim SAR gabungan melakukan evakuasi, akhirnya pada pukul 15.30 pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini