Sidang Isbat 21 Juli, Rukyatul Hilal di 84 Lokasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Agama akan melaksanakan sidang isbat penetapan awal bulan Djulhijjah 1441 Hijriyah pada 21 Juli 2020 mendatang. Sementara rukyatul hilal akan dilaksanakan di 84 lokasi.

Sidang isbat nantinya akan dipimpin langsung Menteri Agama Fachrul Razi. Tentunya, sidang ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Isbat awal Dzulhijjah digelar 21 Juli 2020, sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi hanya Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi VIII DPR,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Agus Salim, Jumat 17 Juli 2020.

Selain itu, unsur pimpinan ormas Islam juga akan diundang dalam sidang isbat, namun melalui online atau daring. Untuk awak media, peliputan berita juga akan dibatasi.

Agus menerangkan, sidang isbat terbagi dalam tiga tahap. Sesi pertama, dimulai jam 17.00 WIB, berupa pemaparan posisi hilal awal Dzulhijjah 1441 H oleh anggota Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya.

Sesi kedua, sidang Isbat dimulai setelah Magrib dan dipimpin oleh Menag. Sidang diawali dengan penyampaian laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 84 lokasi di seluruh Indonesia.

Sesi ketiga, Menag mengumumkan hasil sidang isbat secara telekonferensi dan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming media sosial Kemenag.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini