Menaker Ingin Nangis 500 Pekerja Cina Datang ke Konawe

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina ke Industri Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu, membuat Menteri Ida Fauziyah menangis.

Hal itu terungkap saat anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fitriana Fauzi menanyakan hal tersebut kepadanya.

Ia mengatakan keputusan pemerintahmengeluarkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), bukan berarti tidak punya nurani. “Saya kira ini, ingin nangis jadinya. Kita bisa mengatasnamakan nurani dengan secara proporsional tentu saja, ya,” katanya.

Mendengar jawaban itu, Intan mengatakan apabila pertanyaan yang ingin disampaikannya bukan soal nurani. Melainkan spesifikasi jabatan dan durasi waktu terkait pekerjaan yang dilakukan oleh TKA asal Cina.

“Izin pimpinan, saya bicara nurani karena tadi saya bilang artinya saya tahu bahwa yang saya inginkan konkret Bu!. Terkait spesifikasi pekerjaan tertentu dan jabatan tertentu,” katanya.

Diketahui, sebelumnya Anggkota Komisi IX tersebut meminta penjelasan secara rinci dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah terkait spesifikasi jabatan yang akan diisi oleh TKA Cina. Sekaligus durasi waktu bekerjanya.

“Saya penasaran Bu, karena ini menyangkut nurani kita semua!. Mungkin spesifik pekerjaan tertentu dan jabatan tertentu, itu mohon dijawab,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Kamtibmas Papua Menguat Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Oleh: Yohanis Wenda*Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah dan Papua Barat Daya, saat ini berada dalam kondisi yang aman, stabil, dan semakinkondusif. Kondisi ini tidak terlepas dari kerja keras aparat keamanan, dukungan pemerintahdaerah, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial. Stabilitas yang terus terjagaini menjadi fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkankesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menunjukkan komitmen kuatdalam menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah anggota dan masyarakat. Kehadiran beliau dalam apel konsolidasi di Kabupaten Dogiyaimenjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membangun semangat, kedisiplinan, serta profesionalisme personel di lapangan. Langkah inisekaligus memperkuat kesiapan aparat dalam menjaga keamanan yang menjadi prioritas utamademi terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat.Pendekatan humanis yang dikedepankan oleh jajaran kepolisian juga menjadi faktor pentingdalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui komunikasi yang terbuka dan dialog bersamatokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait, tercipta ruang interaksi yang konstruktif dan saling membangun kepercayaan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalammenjaga keamanan menunjukkan bahwa kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi seluruh komponen bangsa.Komitmen terhadap penegakan hukum yang profesional dan transparan juga menjadi bagianintegral dari upaya menjaga stabilitas. Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa institusi kepolisian berpegang teguh pada prinsip keadilan dan tidakmentolerir segala bentuk pelanggaran hukum. Sikap tegas ini memberikan kepastian hukumsekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum sebagaipelindung dan pengayom masyarakat.Dukungan penuh dari Kepolisian Negara Republik...
- Advertisement -

Baca berita yang ini