Tetapkan Idul Adha, Kemenag Gelar Sidang Isbat pada 21 Juli

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar sidang isbat menentukan awal Zulhijah 1441 H, jelang hari raya Idul Adha.

Menag Fachrul Razi mengatakan, sidang isbat akan digelar pada 21 Juli Mendatang.

Pelaksanaan sidang isbat oleh Kemenag sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 02 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Fachrul Razi menjelaskan sidang isbat selalu digelar pada 29 bulan sebelumnya pada kalender Hijriah. Misalnya, sidang isbat awal Ramadan digelar pada 29 Syaban, kemudian awal Syawal digelar 29 Ramadan.

Sebagaimana Ramadan dan Syawal, sidang isbat nantinya akan diawali pembahasan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal sebelum menentukan 1 Zulhijah.

Sidang akan melibatkan Tim Falaikiyah Kemenag, perwakilan ormas, dan undangan lainnya. “Jika tanggal 1 Zulhijah sudah ditentukan, maka bisa diketahui kapan Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada 10 Zulhijah,” katanya.

Sementara PP Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan 1 Zulhijjah 1441 H pada Rabu, 22 Juli 2020 sehingga Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. Muhammadiyah mendasarkan pada metode hisab, bukan pemantauan hilal (awal bulan) secara manual.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini