Gerindra Rapatkan Barisan, Prabowo Menatap Pilpres 2024

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, ia sudah meminta semua kader agar merapatkan barisan dan menguatkan partai untuk meraih kepercayaan rakyat, untuk menghadapi Pilpres 2024.

Muzani mengatakan demikian, setelah merujuk pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Rapimnas pada Kamis 4 Juni 2020 lalu, yang dihadiri unsur DPP, Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Penasihat, dan DPD dari seluruh Indonesia.

“Karena itu, Fraksi DPR RI Partai Gerindra dapat mengambil langkah-langkah keputusan yang baik bagi keberadaan dan eksistensi partai ke depan dalam menghadapi Pemilu 2024,” kata Muzani, Selasa 9 Juni 2020.

Berbicara soal peluang Prabowo maju kembali sebagai capres di Pilpres 2024, Muzani menegaskan hal itu dikembalikan kepada seluruh kader dan rakyat Indonesia.

“Selama hayat masih dikandung badan, selama itu diminta kader, selama partai memanggilnya, beliau Insya Allah siap menghadapi,” ujar Muzani.

Belakangan ini, elektabilitas Prabowo di bursa Pilpres 2024 masih unggul dibanding dibanding nama-nama lain, seperti tokoh nasional Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, atau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Seperti dalam survei Indikator Politik Indonesia dan Voxpopuli baru-baru ini, Prabowo masih berada di puncak elektabilitas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini