Nasib Messi Ditentukan Pekan Depan, Bertahan atau Hengkang?

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Masa depan mega bintang Barcelona, Lionel Messi akan ditentukan pekan depan dalam sebuah negosiasi, untuk menentukan apakah penyerang asal Argentina itu bertahan di Camp Nou, atau mencari pelabuhan baru.

Mengutip Marca, Sabtu 6 Juni 2020, Barcelona cukup direpotkan dengan berbagai gosip beredar, bahwa Messi sudah tak betah dan ingin mencari tantangan baru. Apalagi, kontraknya habis pada Juni 2021.

Messi kerap dikaitkan dengan raksasa Italia, Inter Milan, yang kabarnya ingin memunculkan kembali persaingan La Pulga dengan rival beratnya, Cristiano Ronaldo yang berseragam Juventus.

Hanya saja, hingga kini belum ada kejelasan, bahkan dari pihak Messi sendiri. Tak ada kepastian masa depan sang pemain.

Namun, Barcelona menjamin, paling lambat pekan depan, pembicaraan kontrak akan dilakukan bersama dengan Messi.

Dari pihak Barcelona, Presiden Josep Baria Bartomeu dan CEO Oscar Grau akan bertemu langsung dengan sang pemain yang diwakili ayahnya, Jorge.

Messi sudah 16 tahun berseragam Barcelona. Ia telah melakoni 718 pertandingan dan mencetak 627 gol di semua ajang.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini