Viral! Anak Punk Ngaku Tuhan Gara-gara Telinganya Berlafaz Allah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang pemuda dengan penampilan ala anak punk mendadak bikin publik geger. Pasalnya, pemuda tersebut mengaku sebagai Tuhan.

Pemuda tersebut menganggap dirinya Tuhan lantaran ia merasa daun telinganya berlafazkan Allah. Hal ini ia ungkapkan dalam sebuah video Youtube.

“Lihat ini, tulisan Allah, tulisan Allah. Jangan ketawa kalian,” katanya, dikutip Rabu, 27 Mei 2020.

Dalam video Youtube yang kini viral itu, pemuda tersebut juga mengatakan jika seluruh anggota keluarganya akan masuk surga. Semua anak punk juga akan masuk surga.

Sementara itu, Chandra menyebut para pejabat seperti presiden, gubernur, camat dan tentara akan masuk neraka. Aksi pemuda tersebut tak pelak membuat para netizen geram.

Alhasil, banyak netizen yang penasaran dengan sosok anak punk itu. Belakangan barulah diketahui jika pemuda tersebut bernama Laode Edi Chandra Putra Madampi atau biasa disapa Chandra.

Dan ternyata, Laode mengalami gangguan jiwa. Hal ini diungkapkan oleh ibunda Chandra. Pengakuan ini dilontarkan ibunda Chandra saat menyampaikan permintaan maaf di markas Polres Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Saya Ibu Khadijah, orangtua dari Chandra yang videonya viral di media sosial terkait mengaku sebagai uhan, ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak dan warga Kota Kendari karena anak saya dalam keadaan sakit (jiwa),” kata ibu Chandra dalam video yang diunggah akun Instagram @kendariinfo, Rabu, 27 Mei 2020.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini