Podcast-nya dengan Siti Fadilah Dipersoalkan, Begini Jawaban Deddy

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wawancaranya dengan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dipermasalahkan, Deddy Corbuzier menegaskan tujuannya membuat podcast itu bukan untuk kepentingan politik, tetapi menyajikan informasi yang baik untuk pemerintah maupun bangsa ini dalam menyelesaikan pandemi Covid19.

“Informasi itu adalah informasi yang mampu membangun bangsa Indonesia untuk mandiri, seperti kata Ibu Siti, negara kita mampu mandiri,” ujar Deddy melalui akun instagramnya, Rabu 27 Mei 2020.

Menurut Deddy, Siti Fadilah telah menerimanya dengan baik dan dia menegaskan tidak pernah mengenakan masker menemui mantan menteri kesehatan itu di RSPAD 20 Mei 2020.

Siti Fadilah disebutnya telah memberikan informasi yang bisa membantu negara kita untuk menghadapi Covid19.

Seperti ramai diberitakan, podcast Deddy dan Siti Fadilah yang ditayangkan di kanal YouTube membuat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) menyelidikinya.

Instansi itu menilai tindakan tersebut ilegal karena tidak sesuai dengan peraturan soal tata cara meminta keterangan dari seorang narapidana.

Siti Fadilah divonis 4 tahun penjara karena dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada pengadaan alat kesehatan untuk membasmi flu burung atau H5N1 di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini