Innalillah, PSSI Belum Bayar Gaji Pelatih Timnas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menjadi sorotan. Informasi beredar, PSSI belum membayar gaji pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan jajarannya karena kesulitan keuangan.

Hal ini terungkap dari pengakuan asisten pelatih Nova Arianto, yang belum mendapatkan gaji bulan April 2020. Harusnya, gaji masuk pada 5 Mei 2020, namun ternyata zonk.

“Untuk bulan sebelumnya selalu lancar dan masuk setiap tanggal 5. Sekarang ini saya belum tahu kapan gaji cair. Mungkin tidak lama lagi,” ujar Nova, seperti dikutip dari Detikcom, Sabtu 9 Mei 2020.

“Belum tahu juga bulan ini dibayar penuh atau dipotong. Sekarang ini tersendat karena pandemi,” ujarnya menambahkan.

Isu yang beredar juga menyebut, pelatih Shin Tae-yong yang telah kembali ke Korea Selatan sejak awal April lalu, belum menerima gaji bulan Maret.

Keterlambatan gaji ini ternyata diakui Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi. PSSI disebutnya sedang krisis keuangan.

“Saat ini PSSI lagi belum ada pendapatan. Jadi, bagian keuangan sedang mengatur tentang penggunaan dana, mana yang prioritas mana yang tidak. Sehingga semua bisa berjalan lancar,” kata Yunus.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kehadiran TNI-Polri Menjadi Pilar Utama Menjaga Papua Tetap Aman dan Damai

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan dan stabilitas di Papua terus menunjukkan penguatan seiring meningkatnyasinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjagaketertiban wilayah. Berbagai langkah strategis yang dilakukan TNI dan Polri menjadibagian penting dari upaya negara menghadirkan rasa aman sekaligus memastikanpembangunan di Papua berjalan secara berkelanjutan. Situasi tersebut memperlihatkankomitmen kuat negara dalam melindungi masyarakat Papua agar dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, produktif, dan penuh harapan menuju masa depanyang lebih maju.Operasi gabungan TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan(Kogabwilhan) III bersama Koops Habema menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Keberhasilan aparat dalammempersempit ruang gerak kelompok separatis serta mengamankan berbagaiperlengkapan tempur menunjukkan bahwa upaya penegakan keamanan dilakukansecara profesional, terukur, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut sekaligusmemberikan optimisme bahwa Papua semakin berada dalam kondisi yang kondusifuntuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa seluruh operasikeamanan bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman, termasuk anak-anak yang bersekolah dan masyarakat yang bekerja membangunperekonomian daerah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa orientasi utama negara adalah melindungi rakyat dan menciptakan suasana damai demi kemajuan Papua. Keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah, tetapi juga menjaga harapanmasyarakat agar dapat menikmati pembangunan dan kesejahteraan secara merata.Keberhasilan aparat keamanan dalam menjaga wilayah strategis di Papua juga memperlihatkan semakin kuatnya koordinasi lintas sektor. Dukungan masyarakatterhadap upaya menjaga stabilitas menjadi faktor penting yang mempercepatterciptanya kondisi aman dan tertib....
- Advertisement -

Baca berita yang ini