Kartu Prakerja Diserang, Solidaritas Partai Koalisi Dipertanyakan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA –Program Kartu Prakerja yang digalakkan Presiden Joko Widodo untuk membantu meningkatkan keterampilan masyarakat terus dihantam kritik dari berbagai pihak.

Dalam keadaan seperti ini, partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dipertanyakan perannya, karena dinilai tak terlihat membela kebijakan yang menjadi janji kampanye bersama dalam Pilpres 2019 lalu.

“Koalisi ini gemuk tapi tidak membela, seperti katakanlah saat periode pertama Jokowi. Partai pendukung tidak mau pasang badan karena mereka ingin menyelamatkan partainya sendiri,” kata Direktur Voxpol Center Pangi Syarwi, Rabu 29 April 2020, seperti dikutip dari Merdeka.

Menurut Pangi, saat ini parpol pendukung Jokowi sudah mengarahkan konsentrasi membangun citra untuk mendulang dukungan menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Makanya, parpol-parpol ini terlihat tidak mau membela kebijakan Presiden Jokowi.

“Karena sepertinya sudah tidak peduli lagi dengan yang namanya koalisi. Dari pada membela kebijakan pemerintah yang saat ini sedang dikritik, lebih baik diam agar tidak ikut-ikutan dikritik,” ujarnya.

Selain itu, Pangi menilai program Kartu Prakerja juga menjadi lemah karena mitra yang kurang transparan. Padahal, kucuran anggaran di program ini terbilang besar, yakni Rp 20 triliun.

“Untuk pelatihan dipilih mitra tanpa transparansi dan nilainya besar mencapai Rp 5,7 triliun untuk pelatihan. Hal inilah yang mengundang kritik dari publik,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini