Pilpres AS, Warren Siap Dampingi Joe Biden untuk Kalahkan Trump

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Konstelasi pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan diselenggarakan pada November 2020 makin panas. Pasalnya, Senator Elizabeth Warren mengaku siap jika ditawari posisi sebagai calon wakil presiden.

Warren mengaku akan menerima posisi itu jika ada tawaran langsung dari kandidat calon presiden Partai Demokrat, Joe Biden. “Ya,” kata Warren menjawab pertanyaan MSNBC mengenai tanggapannya apabila ia ditawari Biden untuk posisi sebagai calon wapres, Kamis 16 April 2020.

Biden yang sebelumnya sempat menjabat sebagai wakil presiden saat pemerintahan Barack Obama, berjanji memilih seorang perempuan untuk menjadi pasangan calon wakil presidennya. Bahkan dirinya membentuk komite khusus yang akan membantu menyeleksi kandidat cawapres.

Sebelumnya, Warren menyatakan dukungannya kepada Biden, Rabu 15 April kemarin. Diketahui, Warren mengakhiri pencalonannya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat pada bulan lalu.

Masyarakat Amerika Serikat mengenalnya sebagai pejabat publik yang cermat dan mengusung nilai liberal. Sementara Biden masih berupaya mendapat banyak dukungan dari kalangan liberal di Partai Demokrat, demi mengalahkan petahana Presiden Donald Trump pada pemilihan presiden 3 November.

Sampai saat ini, Juru bicara untuk kampanye Biden belum menanggapi pernyataan Waren mengenai posisinya terhadap tawaran cawapres. Di samping Warren, beberapa kandidat menunjukkan sikap terbuka terhadap posisi cawapres mendampingi Biden.

“Saya akan menjadi pasangan terbaik,” kata mantan calon gubernur Georgia, Stacey Abrams dalam wawancara yang dipublikasikan Elle, Rabu kemarin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Diplomasi Energi Demi Wujudkan Swasembada Nasional

Oleh: Ahmad Fajar )*Pemerintah terus memperkuat diplomasi energi sebagai strategi utamadalam mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah ini dinilaikrusial di tengah dinamika global yang semakin kompleks, terutama terkaitketidakpastian pasokan energi dunia dan meningkatnya kebutuhan energidomestik.Melalui pendekatan diplomasi yang aktif, pemerintah berupayamenempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasokenergi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memanfaatkan forum internasional untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.Dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalammenghadapi tantangan energi global. Ia berpandangan bahwa kerja samayang saling menguntungkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitaspasokan energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Diplomasi energi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kesepakatanstrategis dengan berbagai negara mitra. Bersama Jepang, Indonesia menjalin kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok energi masa depan sertamendukung pengembangan teknologi energi bersih.Kesepakatan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalammengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam dengan inovasiteknologi. Pemerintah membuka peluang kolaborasi bagi mitrainternasional untuk mengelola potensi mineral kritis Indonesia secarabersama, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.Di kawasan Asia Tenggara, penguatan diplomasi juga dilakukan melaluikerja sama dengan Singapura. Pemerintah mematangkan rencanapengembangan kawasan industri hijau di Kepulauan Riau yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan energi bersih dan teknologiberkelanjutan di kawasan.Langkah serupa juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan Brunei Darussalam, yang difokuskan pada penguatan ketahanan pasokan energiserta pengembangan energi baru terbarukan. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerjasama global, tetapi juga memperkuat sinergi regional.Selain itu, kerja sama dengan Amerika Serikat turut diperluas melaluipengembangan teknologi ekstraksi lithium dari sumber panas bumi. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret integrasi antara potensi energidomestik dengan kebutuhan global terhadap mineral strategis untukindustri energi bersih.Melalui diplomasi yang terarah,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini