Jelang PSBB, Jalanan Pasar Minggu Padat! Ini Kata Polisi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kepadatan arus kendaraan terjadi di Jalan Pasar Minggu beberapa hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun memperkirakan kondisi itu terjadi jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat 10 April 2020 mendatang.

Masyarakat pun diprediksi berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga karena memasuki awal bulan. “Mungkin karena ini awal bulan jadi banyak keperluan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta.

Pun ia memprediksikan kemungkinan warga khawatir menjelang diberlakukan PSBB sehingga keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan pokok. Padahal, lanjutnya, PSBB di wilayah Jakarta tidak diberlakukan penutupan dan penyekatan akses lalu lintas maupun penyekatan kendaraan pribadi.

“Yang ada adalah pembatasan jumlah penumpang dalam suatu kendaraan yang nanti akan diatur dalam Peraturan Gubernur,” ujar Sambodo.

Sebelumnya, kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas di Pasar Minggu pada 6-7 April kemarin. Sambodo memastikan jumlah personel Ditlantas Polda Metro Jaya yang bertugas saat penerapan tanggap darurat COVID-19 tidak mengalami pengurangan, yakni mencapai 4.300 orang per hari.

Seluruh personel bertugas secara operasional di lapangan maupun satuan kerja pelayanan Samsat dan permohonan surat izin mengemudi (SIM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Pilar Pemerataan Sosial dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Oleh: Bagas Wicaksono*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan perannya sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadiinstrumen efektif dalam mendorong pemerataan sosial di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan yang inklusif, program ini menghadirkan ruang kesetaraan yang nyata bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Di tengahberbagai tantangan kesenjangan sosial yang masih terjadi, MBG tampil sebagai solusikonkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya generasi mudayang tengah berada pada fase pertumbuhan dan pembentukan karakter.Guru Besar Universitas Tadulako Palu, Nur Sangadji, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan inklusif yang menghadirkan kesetaraan di lingkungan sekolah dengan memberikan akses makanan yang sama bagi seluruh siswatanpa membedakan latar belakang ekonomi, sehingga menciptakan dampak psikologispositif dan memperkuat rasa kebersamaan. Dalam praktiknya, seluruh siswa menerimamanfaat yang seragam, sehingga tidak ada lagi perasaan perbedaan status sosial yang dapat memengaruhi interaksi maupun kepercayaan diri di lingkungan sekolah. Keseragaman ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang lebih adildan berkualitas.Lebih jauh, pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa program makanbergizi bagi siswa merupakan bagian penting dalam strategi pembangunan sumberdaya manusia. Kebijakan serupa telah diterapkan di sejumlah negara dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Indonesia melalui MBG mengambil langkah yang sejalan dengan praktik global tersebut, sekaligusmenyesuaikannya dengan kebutuhan nasional yang beragam. Dengan demikian, program ini tidak hanya relevan secara domestik, tetapi juga memiliki landasan empirisyang kuat dalam konteks internasional.Selain berdampak pada aspek sosial, MBG juga memiliki dimensi ekonomi yang sangat signifikan. Ketua Umum Prabowonomic, Tommy...
- Advertisement -

Baca berita yang ini