Saran Sandiaga, Pemerintah Harus Siapkan Rp 200 Triliun untuk Perbaiki Ekonomi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sandiaga Uno menyarankan pemerintah untuk serius memperhatikan dampak ekonomi yang muncul akibat wabah corona atau Covid-19. Ia menyebut, setidaknya pemerintah butuh Rp 200 triliun untuk mengatasi masalah itu.

“Untuk ekonomi paket yang cocok untuk Indonesia perlu Rp 200 triliun secara keseluruhan paket ekonomi, di luar penanggulangan Covid-19,” kata Sandiaga melalui telekonferensi, Kamis 26 Maret 2020.

Uang sebesar Rp 200 triliun itu kemudian harus dibagi ke empat tahap. Pertama, 25 persen diberikan ke masyarakat kurang mampu melalui BLT. Kemudian 25 persen selanjutnya diberikan ke masyarakat pekerja informal atau pekerja harian.

Paket ketiga, 25 persen untuk yang kehilangan pekerjaan atau belum mendapatkan pekerjaan. Ini bisa melalui kartu pra kerja yang diterbitkan Presiden Joko Widodo.

Lalu terakhir, 25 persen diberikan ke sektor keuangan seperti perbankan. Sandi berkata, perbankan terdampak cukup parah karena masyarakat tidak bisa membayar cicilan akibat wabah yang terjadi.

Meski begitu, Sandiaga meyakini pemerintah tidak bisa jalan sendirian. Menurutnya, perlu ada kerja sama dengan dunia usaha hingga pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

“Pemerintah bisa menggandeng dunia usaha baik perusahaan yang besar, yang punya kemampuan untuk menyentuh kantong-kantong yang diperlukan untuk penyaluran program ini maupun eksekusinya bisa melibatkan para pelaku UMKM,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini