Mantul! IBM Buat Komputer Super untuk Temukan Vaksin Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Berbagai cara dilakukan untuk menemukan vaksin corona. Salah satunya yang dilakukan Perusahaan komputer asal Amerika Serikat, International Business Machines Corporation (IBM) yang merancang supercomputer dengan otak kecerdasan buatan (AI), yang mampu menjalankan ribuan simulasi untuk menganalisis senyawa obat yang efektif menghentikan infeksi virus corona.

Supercomputer yang dinamakan IBM ini telah mengidentifikasi 77 senyawa obat tersebut. Jumlah ini adalah langkah menjanjikan untuk menciptakan vaksin virus corona.

Para peneliti di Oak Ridge National Laboratory, di mana Summit ditempatkan telah menerbitkan temuan mereka dalam jurnal ChemRxiv.

Summit menjalankan simulasi atom dan partikel dalam protein virus akan bereaksi terhadap senyawa yang obat berbeda.

Supercomputer menjalankan simulasi lebih dari delapan ribu senyawa yang dapat mengikat protein lonjakan virus. Pengikatan dapat membatasi kemampuannya untuk menyebar ke sel inang.

Summit mengidentifikasi 77 dari mereka dan memberi peringkat pada senyawa berdasarkan seberapa besar kemungkinan mereka mengikat lonjakan virus.

Summit awalnya didorong oleh Departemen Energi AS pada tahun 2014 untuk tujuan memecahkan berbagai masalah dunia.

Supercomputer punya kekuatan 200 petaflops, yang berarti ia memiliki kecepatan komputasi 200 kuadriliun perhitungan per detik. Kecepatan komputasi ini 1 juta kali lebih kuat daripada laptop dengan kecepatan processing tercepat.

Tim di Oak Ridge National Laboratory akan menjalankan simulasi di Summit dengan menggunakan model lonjakan virus corona yang lebih akurat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini