Hanyut, Ini Data 6 Siswa SMP Negeri 1 Turi yang Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Enam orang siswa SMP Negeri 1 Turi ditemukan telah meninggal dunia karena terseret arus sungai Semporan, usai melakukan kegiatan susur sungai pada Jumat 21 Februari 2020 malam.

Enam siswa yang meninggal dunia ini diketahui berasal dari Kelas 7 dan 8 SMP Negeri 1 Turi.

Kepala Basarnas DIY, Lalu Wahyu Effendy mengatakan, saat kegiatan ada 249 siswa yang mengikuti kegiatan susur sungai itu. Dari 249 siswa diketahui 239 orang siswa dilaporkan selamat.

“Enam orang siswa ditemukan meninggal dunia. Sedangkan empat orang siswa masih dalam pencarian baik itu di rumahnya maupun di sekitar sungai,” ujar wahyu.

Berdasarkan data yang didapat, korban meninggal dunia adalah Nur Azizah siswa kelas 8A; Lathifah Zulfaa siswa kelas 8D; Sovie Aulia siswa kelas 8C. Sementara itu untuk kelas 7 ada tiga siswa meninggal dunia.

Ketiga siswa itu adalah Arisma Rahmawati siswa kelas 7D Khoirun Nissa siswa kelas 7C dan Evita Putri kelas 7A.

Sementara itu empat siswa yang belum diketahui keberadaannya adalah Yasinta Bunga siswa kelas 7B; Fanesha Dida siswa kelas 7A; Zahra Imelda siswa kelas 7 D; dan Nadine Fadhila Hasanah siswa kelas 7D.

Selain itu ada pula lima orang korban luka yaitu Zerlinda siswa kelas 8B; Frida Aulia siswa kelas 7A; Maizatun Laila siswa kelas 8A; Reva Marisa siswa kelas 7A dan Qusna siswa kelas 7A. [

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini