Peringatan Mahfud MD untuk Aksi 212: Tertib!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD memberi peringatan keras untuk massa gabungan dari FPI, GNPF Ulama dan PA 212 yang akan menggelar aksi di depan Istana Negara hari ini, Jumat 21 Februari 2020.

Bagi Mahfud tak ada masalah jika ada siapapun yang akan melakukan demonstrasi. Namun dengan catatan yang boleh ditawar-tawar lagi, yakni aksi harus berjalan dengan tertib.

“Ya tertib saja, dilakukan dengan tertib,” kata Mahfud di Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Diketahui, demonstrasi yang yang disebut-sebut sebagai a]’Aksi 212′ karena bertepatan dengan 21 Februari itu rencananya bakal digelar pukul 13.30 WIB atau setelah salat Jumat. Peserta aksi diimbau salat Jumat di masjid sekitar Patung Kuda.

Polisi menyebut, lokasi aksi mengambil tempat di Patung Kuda dan Istana Negara. Untuk estimasi massa, pihak penyelenggara menyebut masih melakukan konsolidasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan terkait aksi tersebut. Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan pengamanan untuk mengawal aksi itu.

“Pemberitahuannya sudah kemarin. Nanti kita lihat saja,” kata Yusri, Kamis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini