Hati-Hati, BMKG Keluarkan Peringatan Jakarta Bakal Dilanda Hujan Petir Disertai Angin Kencang Hari Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Warga Jakarta Selatan, Barat dan Timur harap waspada jika berada di luar rumah nanti siang, sebab Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini yang menyebutkan hujan deras disertai kilat dan angin kencang bakal melanda tiga wilayah itu.

“Waspada potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur pada siang hingga menjelang malam hari,” begitu pernyataan BMKG yang dikutip 20 Januari 2020.

Hasil pantauan BMKG hujan disertai petir akan menghajar Jakarta Selatan dan Timur pada senin siang.

Sedangkan di Jakarta Barat, Utara dan Pusat dilanda hujan lokal sejak senin pagi. Namun, cuaca di Jakarta Selatan dan Timur diperkirakan cerah pada pagi hari ini. Sementara cuaca di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu senin siang diperkirakan berawan.

BMKG memprediksi hujan di DKI Jakarta akan berhenti pada senin malam, dan cuaca ibu kota berganti menjadi cerah berawan hingga berawan.

BMKG memperkirakan suhu Jakarta akan berada pada 24 derajat celcius hingga 32 derajat celcius.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini