Salahkah Jika Malam Tahun Baru Hanya Dirayakan Di Rumah?

Baca Juga

Opini oleh: Annastasya Rizqa

MATA INDONESIA, JAKARTA - “Kok tahun baru dirumah aja sih?”. “Tahun baru masih jomblo?” Begitulah kata teman-teman. Memang ada yang salah ya kalau tahun baru itu hanya di rumah dan sendirian?

Jelang akhir tahun seperti ini semua orang berbondong-bondong memikirkan dimana tempat paling asyik untuk rayakan momen tahun baru. Baik itu bareng sahabat, keluarga ataupun pacar. Tapi sebenarnya, tahuh baru-an sendirian dan di rumah aja gak masalah kok.

Euforia malam pergantian tahun memang begitu menggoda hati. Rasanya kalau malam ini tidak dirayakan dengan sebaik-baiknya pasti akan menyesal.

Namun, perlu diketahui, saat malam tahun baru tiba, arus lalu lintas akan bertambah berkali-kali lipat. Begitu pula dengan harga tiket pesawat, hotel dan sebagainya. Semuanya melonjak drastis. Bahkan tak hanya itu, meningkatnya potensi kecelakaan pun sama.

Meski begitu, masih banyak saja muda-mudi milenial yang rela stuck di jalan atau beli tiket pesawat mahal demi rayakan momen tahun baru yang meriah. Tapi nggak masalah. Mungkin itu pilihan mereka. Kita nggak nge-judge kok.

Selain harga tiket, arus lalu lintas dan potensi kecelakaan, ada lagi yang hal yang perlu diketahui oleh anak muda milenial, bahwasanya, kaum jomblo dan tim tahun baru-an di rumah juga perlu untuk tidak dipermasalahkan.

Karena hidup itu pilihan, bisa jadi itu adalah pilihan mereka juga. Tak semua orang dikaruniai rezeki yang mumpuni untuk memeriahkan tahun baru. Harusnya mereka perlu menghargai itu. bukan malah memojokannya dengan pertanyaan, “Masih jaman tahun baru di rumah doang?” “2020 kok masih jomblo?”

Ada sebagian orang yang nyaman berada di rumah ketimbang harus macet-macetan di jalan atau buang-buang uang hanya untuk tiket liburan tahun baru yang mahalnya bukan main. Itu nggak salah kok.

Kalau kamu bagian dari tim hedon yang akan berkumpul ria dengan kawan-kawanmu, pesta pora dan penuh kesenangan, hargailah temanmu yang tahun baru ini hanya dirumah, sendirian, dan menghabiskan malam tahun barunya dengan movie marathon ataupun tidur. Karena itu semua adalah hal yang sah-sah saja. (ryv)

Berita Terbaru

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga

Oleh : Lisa RamadhaniDi tengah ketidakpastian global yang ditandai oleh gejolak geopolitik, fluktuasi harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia justru menunjukkan daya tahannya sebagai instrumen utama stabilisasiekonomi. Ketangguhan ini bukanlah hasil dari kebijakan jangka pendek, melainkan buah darikonsistensi pengelolaan fiskal yang disiplin dan reformasi struktural yang telah dijalankan dalambeberapa tahun terakhir. Dalam situasi global yang penuh tekanan, APBN hadir sebagai jangkaryang menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan roda perekonomian nasional tetapbergerak.Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi APBN berada dalam posisi yang sehat dan kredibel. Pernyataan tersebut mencerminkankeyakinan bahwa fundamental fiskal Indonesia tidak lagi dipandang rentan oleh pelaku pasarglobal. Bahkan, kepercayaan dari investor dan lembaga internasional menunjukkan bahwaIndonesia telah berhasil membangun reputasi sebagai negara dengan pengelolaan anggaran yang prudent. Kredibilitas ini menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan eksternal, karenastabilitas fiskal akan menentukan ruang gerak kebijakan pemerintah dalam merespons dinamikaglobal.Salah satu indikator penting dari kekuatan APBN adalah pengelolaan kas negara yang optimal. Pemerintah menerapkan strategi manajemen kas yang proaktif, termasuk penempatan dana dalam sistem perbankan guna menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi. Kebijakanini menunjukkan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi anggaran, tetapi jugasebagai instrumen yang mampu menggerakkan sektor keuangan dan mendukung pertumbuhanekonomi secara langsung. Dengan likuiditas yang terjaga, dunia usaha memiliki ruang yang lebihluas untuk berkembang, sementara stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara.Di sisi lain, reformasi struktural terus menjadi fokus utama pemerintah. Perbaikan sistemperpajakan dan kepabeanan, serta peningkatan efisiensi belanja negara, merupakan langkahstrategis untuk memperkuat fondasi fiskal. Kebijakan subsidi juga diarahkan lebih tepat sasaran, sehingga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan tanpamembebani anggaran secara berlebihan. Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigmadalam pengelolaan APBN, dari sekadar instrumen belanja menjadi alat yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.Ketahanan APBN juga tidak terlepas dari kuatnya permintaan domestik yang menjadi tulangpunggung perekonomian nasional. Dengan kontribusi sekitar 90 persen terhadap produkdomestik bruto, konsumsi dalam negeri memberikan bantalan yang kokoh di tengah melemahnyapermintaan global. Pemerintah menyadari pentingnya menjaga daya beli masyarakat melaluiberbagai program perlindungan sosial dan stimulus ekonomi. Dalam konteks ini, APBN berperansebagai penyeimbang yang memastikan pertumbuhan tetap inklusif dan tidak meninggalkankelompok rentan.Pandangan serupa disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian AirlanggaHartarto yang menilai bahwa ekonomi Indonesia masih dipandang kuat oleh dunia internasional. Pengakuan dari lembaga seperti IMF dan Asian Development Bank memperkuat posisiIndonesia sebagai salah satu titik terang di kawasan Asia. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di kisaran positif menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional cukup kokoh untukmenghadapi tekanan global. Selain itu, stabilitas pasar keuangan yang tercermin dari status Indonesia di indeks global juga menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap ekonomi nasionaltetap terjaga.Faktor lain yang memperkuat ketahanan ekonomi adalah struktur energi Indonesia yang relatifmandiri. Ketergantungan yang rendah terhadap jalur energi global yang rentan gejolakmemberikan keuntungan strategis dalam menghadapi krisis energi dunia. Hal ini menunjukkanbahwa kebijakan diversifikasi energi yang telah dilakukan sebelumnya memberikan dampaknyata terhadap resiliensi ekonomi nasional. Dengan demikian, APBN tidak hanya didukung olehkebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga oleh fondasi ekonomi yang semakin solid.Ke depan, pemerintah terus mendorong akselerasi program prioritas seperti hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan peran sektorkeuangan dalam mendukung UMKM....
- Advertisement -

Baca berita yang ini