Mantap! Rupiah Lanjutkan Penguatan Sore Ini, Apa Sebabnya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS melanjutkan penguatan di akhir perdagangan Selasa, 10 Desember 2019. Mengutip data RTI Bussines, rupiah ditutup di posisi Rp 14.010 per dolar AS atau menguat 0,04 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah dibayangi oleh sejumlah sentimen dari luar negeri di antaranya sebagai berikut.

Pertama, AS kemungkinan besar akan kembali menerapkan tarif tambahan senilai 160 miliar dolar AS bagi produk baru Cina seperti mainan dan smartphone.

Kedua soal Brexit. Partai Konservatif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Boris Johnson, kemungkinan akan memenangkan mayoritas kursi dalam Pemilihan Umum nanti. “Jika terwujud maka peluang Inggris keluar dari Brexit kian besar,” kata Ibrahim sore ini.

Ketiga, soal pertemuan kebijakan di Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa yang turut jadi perhatian investor. Dua bank sentral diharapkan tidak melakukan perubahan signifikan pada kebijakan mereka.

“Investor akan memperhatikan, apakah pelonggaran lebih lanjut akan dilakukan tahun depan, setelah melihat data ekonomi terutama AS yang terus membaik walaupun terjadi gejolak global yang belum bisa dipastikan,” ujar Ibrahim.

Sementara dari internal, laju rupiah dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang terus melakukan konsolidasi guna mengantisipasi gejolak global yang kemungkinan masih akan terjadi di 2020.

“Dengan strategi bauran yang sudah diterapkan dan ditambah lagi reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan maupun yang lainnya serta penggunaan dana APBN yang tepat sasaran sehingga akan memantik arus modal asing kembali masuk pasar dalam negeri,” katanya.

Disamping itu, kata Ibrahim, Bank Indonesia (BI) juga terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF. “Intervensi BI dan pemerintah bisa membawa mata uang garuda kembali digdaya di sore ini meski terbatas,” ujarnya.

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini