Sekjen PAN: Jika Ada Kader Ditekan Dukung Zulhas Langsung Laporkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Adanya dugaan intervensi terhadap kader PAN di wilayah untuk mendukung Zulkifli Hasan (Zulhas) maju menjadi Caketum, membuat Sekjen PAN Eddy Soeparno angkat bicara. Dirinya menegaskan agar tudingan tersebut langsung dilaporkan agar ditindaklanjuti oleh pengurus pusat PAN.

“Kalau ada, silakan, laporkan siapa yang menekan, di mana, kapan, dan tekanannya seperti apa. Laporkan, nanti kita akan tindak lanjuti,” kata Eddy.

Eddy mengatakan sebagai sekjen partai, dirinya ingin memastikan tak ada pemaksaan terhadap kader dalam pemilihan ketua umum PAN. Menurutnya, intimidasi adalah tindakan mengekang demokrasi di tubuh partai berlambang matahari terbit tersebut.

“Saya sebagai sekjen partai yang menegakkan disiplin mekanisme di dalam partai, memastikan tak ada. Kalau ada tekanan-tekanan terhadap pengurus daerah/wilayah untuk memaksakan pilihan terhadap salah satu kandidat, justru saya perlu ditindak karena mengekang demokrasi di tubuh PAN,” katanya.

Dia mengatakan politikus senior PAN, Amien Rais, mengajarkan kader untuk berpolitik secara etis. Eddy menambahkan, dirinya ingin pemilihan PAN berjalan tanpa ada tekanan dan paksaan.

“Karena bagaimana pun juga, meskipun kita persiapan rakernas dan kongres, tetapi tetap Pak Amien Rais mengajarkan kita untuk berpolitik dengan etika dan santun,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Djainuddin Damopolii menilai ada kejanggalan jelang kongres pemilihan ketum. Eks Ketua DPD Kotamobagu, Sulut, ini menyebut ada pertemuan Zulhas dengan pengurus wilayah.

Di situ menurutnya terjadi konsolidasi untuk merencanakan majunya kembali Zulhas. Versi Djainuddin, dia diberhentikan dari posisi Ketua DPD Kotamobagu secara sepihak periode September lalu.

“Zulhas pernah undang seluruh DPW di Widya Chandra, mungkin di situ disampaikan niat beliau,” kata Djainuddin.

 

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini