34 Warga di Jayapura Diamankan Polisi Terkait HUT OPM

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-34 warga yang diduga akan melakukan kegiatan terkait HUT OPM diamankan oleh Polres Jayapura. Puluhan warga itu berhasil diamankan, Sabtu 30 November 2019 malam.

Kapolres Jayapura AKBP Viktor Mackbon mengatakan, 34 orang itu diamankan pukul 22.00 Wit, kemarin malam. Penyidik Polres Jayapura masih melakukan pemeriksaan terhadap warga yang diamankan.

Namun, Makcbon belum bisa memastikan apakah akan dilakukan penahanan terhadap 34 warga yang diamankan. “Belum ada laporan tentang perkembangan pemeriksaan terhadap 34 orang,” katanya, seperti dilansir Antara, Minggu 1 Desember 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun, 34 orang yang diamankan merupakan anggota dan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang akan melakukan kegiatan dalam rangka HUT OPM 1 Desember.

Saat diamankan, terdapat sejumlah barang bukti berupa seragam dan lambang KNPB, katapel, badik, sangkur, dan parang.

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini